Realisasi APBD 2021 Kabupaten Paser Capai 89,95 Persen

TB Sihombing

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Paser menyangkut LKPj APBD 2021 (TBS)

Paser, helloborneo.com – Bupati Paser Fahmi Fadli menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja daerah atau APBD 2021 kabupaten setempat mencapai 89,95 persen dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) pada Rapat Paripurna Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Gedung Baling Seleloi, Senin.

Dari data yang diperoleh helloborneocom, penyampaian LKPj tersebut merupakan tahun pertama kepemimpinan Bupati Fahmi Fadli, sesuai program kerja yang mengacu pada RPJMD 2021-2026, yang diselaraskan dengan program kerja pemerintahan sebelumnya atau sifatnya melanjutkan dan menuntaskan.

“Beberapa program dan kegiatan diselaraskan dengan program kerja kami, mengingat ada beberapa bagian yang sama dan sifatnya melanjutkan atau menuntaskan program pemerintahan sebelumnya,” ujar Fahmi Fadli.

APBD Kabupaten Paser 2021 lanjut dia, telah ditetapkan sebesar Rp1,92 triliun, lalu mengalami kenaikan Rp717 miliar pada APBD Perubahan, sehingga total APBD Tahun Anggaran 2021 sekitar Rp2,64 triliun.

Realisasi penggunaan mencapai Rp2,36 triliun dengan persentase 89,95 persen. Rincian realisasi tersebut, dibagi menjadi dua yakni pendapatan dan belanja daerah. Pendapatan dibagi menjadi tiga, sedangkan belanja daerah dibagi menjadi empat.

PAD (pendapatan asli daerah) dari rencana Rp165,49 miliar menjadi Rp270,14 miliar, pendapatan transfer Rp1,89 triliun dengan realisasi Rp1,91 triliun, pendapatan lain-lain yang sah dari rencana Rp44,96 miliar dengan realisasi Rp32,14 miliar.

Belanja daerah, yakni belanja operasi dari yang dianggarkan Rp1,82 triliun dengan realisasi Rp1,66 triliun atau 90,85 persen dari rencana. Belanja modal dianggarkan Rp492 miliar dengan realisasi Rp436,17 miliar atau 88,65 persen.

Belanja tidak terduga dianggarkan Rp10,5 miliar dengan realisasi Rp8,34 miliar atau 80,33 persen. Belanja transfer dianggarkan Rp295,77 miliar dengan realisasi Rp230,11 miliar dengan realisasi Rp230,01 miliar atau 77,77 persen.

Tidak semua permasalahan dapat diselesaikan secara tuntas dalam waktu yang singkat kata Fahmi Fadli, dan meminta agar masyarakat bersedia memberikan penilaian yang objektif terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan selama 2021.

“Insya Allah, penilaian yang objektif akan memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam rangka upaya kita bersama-sama memberikan yang terbaik bagi masyarakat di daerah ini,” ucapnya.

Ketua DPRD Kabupaten Paser, Hendra Wahyudi menyatakan, akan melakukan kajian dan penilaian selama 30 hari ke depan setelah diterimanya LKPj pelaksanaan APBD Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2021.

“Akan kami kaji selama 30 hari ke depan untuk memberikan penilaian,” kata dia. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.