Ritual Adat Tembawang “Balek Angin” Dihadiri Bupati Sanggau Paolus Hadi 

Tun MZ

Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP., M.Si mengikuti Ritual Adat “Balek Angin” di Desa Lintang Kapuas, Kecamatan Kapuas. (Ist)
Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP., M.Si mengikuti Ritual Adat “Balek Angin” di Desa Lintang Kapuas, Kecamatan Kapuas. (Ist)

Sanggau, helloborneo.com – Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP., M.Si mengikuti Ritual Adat “Balek Angin” di Desa Lintang Kapuas, Kecamatan Kapuas. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-406 Kota Sanggau, dengan tema  “Sanggau Bergotong Royong, Harmonis dan Inovatif Untuk Kesejahteraan Bersama”. Kegiatan dilaksanakan di Tembawang Balek Angin, Desa Lintang Kapuas, Kecamatan Kapuas, Selasa (29/3/2022).

Pada kesempatan tersebut Bupati Sanggau juga meresmikan Balai Adat Tembawang Balek Angin yang juga dilakukan pemberkatan oleh Diakon.

Paolus Hadi berharap agar tahun depan ia dapat datang lagi ke tempat tersebut dan nanti siapapun bupati selanjutnya agar ritual adat tetap dijaga.

“Pertama saya pesankan kepada masyarakat di sini untuk menjaga tempat ini, tahun depan di 407 saya masih bisa kesini sebagai Bupati, tetapi yang perlu saya tegaskan, siapapun Bupatinya nanti ritual ini harus tetap dilaksanakan,” ujar Paolos Hadi.`

Bupati Sanggau 2 periode itu juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan melestarikan adat budaya yang merupakan sejarah Sanggau dan menjaga keasrian lingkungan yang ada.

“Menurut saya ini harus dipertahankan, saran saya kalau ini menjadi situs tempat yang bersejarah, ini harus di tetapkan. Soal aset daerah ini kalau bisa tanah ini diukur, cuma kalau masyarakat, para tetua dan pengurus adat di sini berkenan, saya sarankan agar daerah ini dihibahkan kepada Pemerintah Daerah, agar tidak mudah diganggu dan akan dijaga betul,” ujar Paolus Hadi.

Ia juga berpikir ke depan agar dibuat akses jalan dan ditanami pohon lagi agar dapat menarik para pengunjung untuk datang ke lokasi karena wilayah tersebut merupakan salah satu saksi sejarah Kota Sanggau.

“Kalau pikiran saya adalah ke depannya kita bisa bangun akses jalannya, jalan setapak dulu tidak apa, supaya orang mudah dan mau berkunjung ke sini karena ini adalah salah satu situs sejarah kota Sanggau. Tempat ini harus dijaga dan tetap menjadi hutan, kalau bisa ke depan kita tambahkan tanam pohon-pohon, sehingga indah dan menarik orang mau berkunjung kesini melihat bagaimana pondok nek siot ini.” ujarnya.

Di akhir sambutannya secara pribadi mengucapkan selamat Hari Jadi Kota Sanggau yang ke 406 dengan harapan agar semua masyarakat dapat bergotong-royong menjadi lebih baik ke depannya sesuai tema Hari Jadi Kota Sanggau tahun 2022 ini.

“Saya senang sekali dapat hadir di sini bersama bapak-ibu masyarakat di sini semoga tahun-tahun mendatang kita dapat kumpul kembali di sini dan semoga kita semakin sejahtera. Mari kita berdamai dengan alam, berdamai sesama kita dan bergotong royong dengan harapan Sanggau semakin baik ke depan,” pungkas Paolus Hadi. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.