Indonesia Siap Tuan Rumah ASEAN Para Games XI 2022

Tun MZ

Atlet asal Jepan Kaneko Kazuya (kanan) dan Taguchi Yuji (kiri) berusaha mengamankan gawang mereka dalam pertandingan goalball melawan Korea Selatan pada ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta, pada 12 Oktober 2018. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)
Atlet asal Jepan Kaneko Kazuya (kanan) dan Taguchi Yuji (kiri) berusaha mengamankan gawang mereka dalam pertandingan goalball melawan Korea Selatan pada ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta, pada 12 Oktober 2018. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)

Jakarta, helloborneo.com – Untuk kedua kalinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN Paragames ke-11. Sepekan setelah ditunjuk, tinggal dua negara yang belum memutuskan apakah akan mengirim atlet dan kontingennya ke perhelatan bergengsi tersebut. Sejauh ini sembilan negara dengan total peserta mencapai 1.500 orang dijadwalkan hadir dalam acara yang akan dilangsungkan di Solo, Jawa Tengah, pada 17-30 Juli mendatang.

“Data sementara ada sembilan negara yang akan mengirim atlet dan kontingennya. Total 1.500an peserta. Dua negara yaitu Laos dan Vietnam belum konfirmasi ke kami. Kalau dua negara itu confirm ikut, ya bisa nambah 200an peserta jadi 1.700an totalnya. Ini menjadi tanda bahwa atlet difabel di ASEAN yang selama dua tahun berlatih dan tertunda karena pandemi, butuh sarana bertanding lagi”, ujar Senny Marbun, Ketua Komite Paralimpik Nasional (NPC) di kantor NPC Indonesia di Solo.

Sebelumnya kepastian soal Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Paragames 2022 ini disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, seusai mengikuti rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (22/3) pekan lalu.

“Setelah kami menyampaikan tentang kesiapan dan juga penunjukan kepada Indonesia sebagai tuan rumah. Rapat yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden tadi telah diputuskan kita siap bersedia menjadi tuan rumah ASEAN Para Games,” ujar Zainudin.

ASEAN Paragames tahun 2020 yang sedianya dilaksanakan di Filipina, dibatalkan karena perebakan luas pandemi. Sementara Vietnam, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah tahun 2022 ini, tidak dapat memikul tanggung jawab itu karena berbagai alasan.

Sedikitnya tiga wilayah di Jawa Tengah, yaitu Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar, akan menjadi tempat pelaksanaan ASEAN Paragames nanti. Terdapat 14 cabang olahraga yang dipertandingkan, antara lain memanah, atletik, bulutangkis, boccia, catur, sepak bola duduk, goalball, judo, angkat berat, renang, bola voli duduk, tenis meja, basket kursi roda dan tenis kursi roda.

Persyaratan, Dana, Waktu

NPC telah menetapkan sejumlah persyaratan pada para peserta ASEAN Para Games 2022 ini. Senny kepada VOA mengatakan peserta misalnya wajib sudah divaksin dan menjalani protokol kesehatan. Fasilitas perlindungan dari virus COVID, imbuh Senny, telah tersedia dan dijamin penyelenggara atau negara tuan rumah.

“Peserta wajib sudah vaksin COVID lengkap. Kemudian wajib bermasker, aturannya tidak terlalu ketat banget. Kita longgarin saja. Fasilitas juga sudah siap untuk itu semuanya, ada tim medis, dokter, ruang isolasi kalau ada peserta yang indikasi terjangkit Covid”, jelas Senny.

Mengapa Solo?

Dipilihnya kota Solo dan sekitarnya sebagai lokasi ASEAN Para Games 2022 dinilai sangat beralasan. Sebelumnya Solo mengukir sejarah sebagai tuan rumah The Far East and South Pacific Games (FESPIC) ke-4, sebuah ajang olahraga untuk atlet penyandang disabilitas di kawasan Asia Pasifik tahun 1986. FESPIC menjadi cikal bakal lahirnya kompetisi paragames tingkat Asia maupun ASEAN.

Fasilitas ramah difabel yang dibangun sesuai standar internasional, termasuk lokasi Pelatnas yang sangat terawat, membuat Solo juga dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN Paragames tahun 2011. Dan sepuluh tahun kemudian, Solo kembali mendapat kehormatan itu.

Meskipun demikian Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan masih ada beberapa fasilitas yang perlu dibenahi.

“Yang jelas Manahan, Sriwedari, UNS, ada venue baru Auditorium UMS, ada beberapa lokasi lagi. Banyak. Yang jelas venue hampir sama dengan venue ASEAN Paragames 2011 lalu. Tidak ada venue yang kita buat baru. Venue sudah siap semua, tinggal masuk saja,” ujar Gibran.

Sejumlah prasasti bersejarah FESPIC di tahun 1986 dan ASEAN Paragames tahun 2011 di Solo masih terpajang di salah satu stadion di Solo.

Pengamat dan praktisi olahraga dari Universitas Sebelas Maret UNS Solo, Sapta Kunta, kepada VOA, Rabu (23/3), mengatakan peluang Indonesia mengangkat prestasi atlet nasional menjuarai beragam kompetisi di ASEAN Paragames 2022 ini sangat besar.

“Peluang jelas Juara Umum. Hasil dari atlit muda difabel yang bertanding di Bahrain, paralimpik Tokyo, single event, Peparnas Papua, kita optimis bisa juara umum. Kan ada 14 cabang olahraga, semua berpeluang meraih medali. UNS juga dipakai lokasi kompetisi, atlit tuan rumah jelas sudah mengenal kondisi lapangan,” jelas Sapta. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.