Muslim Uzbekistan Banggakan Cemilan Khas Ramadan

Tun MZ

Seorang perempuan menjual roti tradisional Uzbekistan (patir) di dekat kota Kokand, 30 Agustua 2012. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
Seorang perempuan menjual roti tradisional Uzbekistan (patir) di dekat kota Kokand, 30 Agustua 2012. (REUTERS/Shamil Zhumatov)

Uzbekistan, helloborneo.com – Ziyoda Rakhmanova, seorang perempuan Muslim, sulit menyembunyikan kegembiraannya menyambut Ramadan. Pada bulan suci ini, ia mengaku qurt hasil produksinya mengalami lonjakan permintaan.

Qurt adalah cemilan berbahan baku susu yang biasanya terbuat dari yoghurt yang dikeringkan dan dibentuk menjadi bola, kubus, irisan dan bentuk lainnya. Makanan khas Uzbekistan ini tidak hanya populer di dalam negeri tapi juga di luar negeri, khususnya di negara-negara yang banyak penduduknya menganut agama Islam.

“Klien kami, ada yang dari Dubai, ada yang dari Turki. Banyak yang memiliki nomor kontak saya. Terkadang mereka menelepon saya, meminta untuk mengirim pesanan melalui orang-orang mereka. Mereka membeli beberapa puluh kilogram dan berbagai jenis qurt,” jelas Rakhamova.

Rakhamova adalah salah satu dari ratusan pedagang yang berpartisipasi di Chorsu Bazzar yang digelar di Tashkent, ibukota Uzbekistan. Bazar itu adalah pasar pangan tradisional terbesar yang digelar negara Asia Tengah itu menjelang bulan puasa. Cemilan lain yang sebagian besar diproduksi di wilayah Uzbekistan dan sangat populer adalah novvot, sejenis permen batu atau gula kristal.

Kamola Niyazova, seorang pedagang di Chorsu Bazaar, menceritakan proses pembuatannya. “Untuk membuat novvot kita masukkan gula ke dalam kuali. Setelah mencapai suhu tertentu, produk dikeluarkan dan dituangkan ke dalam kuali lain. Setelah itu, kita membungkus kuali kedua dengan lapisan khusus. Untuk mendapatkan produk jadi kita perlu menunggu 10 hari. Tergantung letak gulanya di dalam kuali, kami mendapatkan tiga jenis novvot sekaligus, yaitu lapisan atas, lapisan tengah, dan lapisan bawah,” jelasnya.

Kebanyakan orang Uzbekistan yang tinggal di luar negeri juga merindukan aroma roti pipih lokal, yang disebut patir. Aroma patir sangat khas dan dapat tercium beberapa puluh meter dari tandoor, oven khusus untuk membuatnya.

Tokhir Radzhabov, seorang pedagang, berbagi informasi tentang bagaimana roti Uzbekistan yang terkenal itu dimasak,”Kami menggunakan tepung Kazakh untuk pembuatan patir. Pertama, kami membuat campuran khusus dengan air. Adonan harus didiamkan selama dua jam. Setelah itu, kami memberi bentuk khusus dan meletakkannya di tandoor.”

Yang juga populer selama bulan Ramadan adalah cemilan buah kering. Di negara itu kismis dan aprikot hitam banyak diburu. Sejumlah pedagangnya membanggakan produk mereka bebas zat aditif sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Lokasi yang harus dilihat oleh semua turis di Chorsu Bazaar adalah deretan kedai makanan jalanan di mana semua jenis hidangan nasional dimasak di udara terbuka. Di sana bisa ditemukan sup shurpa atau sup daging kambing dan sayur; kebab daging; pilaf; dan narynPilaf adalah hidangan dari beras atau bulgur yang ditumis bersama, sementara naryn adalah hidangan daging kuda. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.