Warga Yordania Meriahkan Ramadan dengan Hiasi Rumah

Tun MZ

Orang-orang berbelanja dekorasi Ramadan di tengah pandemi COVID-19 di Amman, Yordania, 12 April 2021. (REUTERS/Muath Freij)
Orang-orang berbelanja dekorasi Ramadan di tengah pandemi COVID-19 di Amman, Yordania, 12 April 2021. (REUTERS/Muath Freij)

Yordania, helloborneo.com – Ramadan, Aliaa Rabee pasti menyediakan waktu untuk pergi ke sebuah toko di ibu kota Yordania, Amman. Bersama dengan putranya, ia ke sana untuk membeli hiasan Ramadan yang beraneka warna cerah untuk rumahnya, di antaranya lampu-lampu yang bersinar cemerlang dan lentera kecil keemasan.

Rabee mengatakan menghiasi rumahnya dengan dekorasi semacam itu menjadi semacam pengingat bagi keluarganya mengenai kegembiraan sekaligus nilai-nilai spiritual bulan ini.

Ia menjelaskan,“Ramadan punya nilai spiritual khususnya sendiri. Ramadan juga punya suasana yang baik untuk disaksikan bersama dengan anak-anak kita. Saya senang membawa putra saya dan membeli berbagai hiasan ini untuk menandai suasana dan merayakan Ramadan.”

Pasar di pusat kota Amman masih terus dipenuhi orang-orang yang ingin membeli berbagai hiasan, termasuk di antaranya aneka hiasan berbentuk bulan sabit Ramadan yang diterangi lampu serta miniatur masjid.

Tahun lalu, lockdown malam hari diberlakukan untuk mengekang penyebaran virus corona. Artinya, banyak orang yang tidak dapat merayakan Ramadan sebagaimana yang mereka harapkan.

Tahun ini, para pemilik toko yang diwawancarai menyatakan kegembiraan mereka menyambut Ramadan. Mereka menyatakan bisnis kali ini jauh lebih baik daripada tahun lalu.

Salah seorang di antaranya, Nidal Wahbah, mengemukakan, “Periode COVID adalah periode yang sangat suram bagi kita semua. Alhamdulillah, kami dapat buka kembali tahun ini dan pandemi berhasil dikendalikan. Permintaan masyarakat pada tahun ini baik karena banyak orang ingin bersukacita menyambut Ramadan, dengan menambahkan berbagai hiasan. Pada tahun lalu, orang-orang tidak bahagia karena mereka dipaksa untuk tinggal di rumah.”

Pendapat serupa juga disampaikan oleh seorang pemilik toko lainnya, Ali Barghouthi. Ia mengatakan, “Ada permintaan dekorasi Ramadan yang sangat besar yang tidak kami duga, mengingat apa yang terjadi tahun lalu. Meskipun permintaan juga bagus pada periode lockdown tahun lalu, kali ini jauh lebih bagus. Ada banyak barang yang cantik dan suasananya pun menyenangkan. Seperti yang Anda lihat, permintaan juga bagus.”

Seorang pengunjung pasar, Kayed al Hajayah, menegaskan bahwa Ramadan seperti tak berarti bila tidak disertai aneka dekorasi. Ia menyatakan, “Ramadan tidak ada artinya tanpa dekorasi, terutama bagi anak-anak. Anak-anak saya bilang, kalau saya membelikan mereka hiasan Ramadan, mereka akan berpuasa, tetapi jika tidak, mereka tidak akan berpuasa. Dekorasi dapat membantu menyemangati mereka dalam berpuasa.”

Al Hajayah menambahkan bahwa menghiasi rumah dengan dekorasi Ramadan adalah bagian dari suasana spiritual di setiap rumah di Yordania. Orang-orang akan membeli hiasan-hiasan ini meskipun mereka harus mengorbankan uang belanja keluarga, lanjutnya. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.