Polairud Polda Kaltim Gerebek Dua Tug Boat ‘Kencing’ Solar

Lima tersangka penyelewengan 2 ton lebih solar di wilayah perairan diamankan di Mako Ditpolairud Polda Kaltim. (Foto: RoyMS/helloborneo.com)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.comPraktik penyelewengan solar di wilayah perairan Kalimantan Timur diam-diam masih marak terjadi. Ini terbukti melalui penyergapan terhadap dua tug boat oleh jajaran Direktorat Polairud Polda Kaltim di perairan Peciko Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, baru-baru ini.

Dalam upaya tersebut, Polisi mengamankan empat awak tug boat beserta seorang pemilik kapal kelotok selaku penadah.  Mereka antara lain, Herman dan Rustang selaku nakhoda dan kru kapal KCT 1906. Kemudian, Taufik Indayanto dan Johar Tachid selaku nakhoda dan kru TB Forisa 810 serta Kama pemilik kapal kelotok. Dalam penggerebekan Polisi turut mengamankan 2.520 liter solar hasil ‘kencing’ sebagai barang bukti.

Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Pol. Tatar Nugroho menjelaskan, operasi yang dilakukan anggota Subdit Gakkum itu menindaklanjuti laporan masyarakat. Setelah beberapa waktu melakukan penyelidikan, petugas akhirnya mendapati tug boat serta kapal kelotok yang menunjukan aktivitas mencurigakan.

“Saat petugas datang, mereka (awak tug boat dan kapal kelotok) sedang memindahkan solar dari tug boat ke kapal kelotok menggunakan pompa alkon,” ungkapnya di Mako Ditpolairud Polda Kaltim, Jalan Alam Baru Somber, Balikpapan Utara, Kamis (14/4).

Solar-solar tersebut diketahui sebagai bahan bakar operasional tug boat yang kemudian dijual tanpa legalitas yang sah oleh kru tug boat kepada pemilik kapal kelotok. Kepolisian mensinyalir praktik yang mereka lakukan ini telah berlangsung selama setahun terakhir.

“Dalam satu bulan mereka bisa melakukan bongkar muat sebanyak empat kali. Untuk satu kali bongkar muat, kapal kelotok menampung antara 6 hingga 12 jerikan berkapasitas 35 liter dari satu tug boat,” tambahnya didampingi Kasubdit Gakkum Polair Polda Kaltim AKBP Teguh Nugroho.

Sementara itu, Kama yang berperan sebagai penadah saat pemeriksaan mengaku membeli solar dari nakhoda tug boat seharga Rp200 Ribu per jeriken.  Solar-solar yang dia beli selanjutnya akan dijual lagi seharga Rp250 Ribu per jeriken.

“Mau dijual ke nelayan aja, karena di sini (Samboja, Kukar) nelayan sulit mendapat solar.  Hasilnya cuma buat kebutuhan makan sehari-sehari,” akunya.

Kelima tersangka beserta seluruh barang bukti di antaranya dua tug boat, kapal kelotok, alat pompa, serta jeriken penampung solar diamankan di Mako Ditpolairud Polda Kaltim guna proses hukum lebih lanjut.

Dalam kasus ini, empat kru tug boat dijerat Pasal 374 KUHP tentang penggelapan. Sementara pemilik kapal kelotok dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil kejahatan yang diancam hukuman pidana kurungan penjara lima tahun. (yor)




One thought on “Polairud Polda Kaltim Gerebek Dua Tug Boat ‘Kencing’ Solar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.