Kepala Disnakertrans Kabupaten PPU, Suhardi. (Dok)

Disnakertrans Kabupaten Penajam Perintahkan Perusahaan Bayar THR

Bagus Purwa

Kepala Disnakertrans Kabupaten Penajam Paser Utara, Suhardi (NBP)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara, memerintahkan perusahaan kecil maupun besar di daerah itu untuk membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Perusahaan yang tidak berkenan bayar THR dikenakan sanksi,” ujar Kepala Disnakertrans Kabupaten Penajam Paser Utara, Suhardi ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Jumat.

“Kalau ada perusahaan terlambat bayar THR, karyawan lapor ke Kantor Disnakertrans Karena kami membuka posko pengaduan THR,” tambahnya.

Disnakertrans Kabupaten Penajam Paser Utara membuka posko pelayanan pengaduan terkait hak karyawan mendapatkan THR, baik THR tidak dibayarkan atau jumlahnya tidak sesuai aturan.

Posko pengaduan tersebut dibuka sampai menjelang Lebaran menurut dia, untuk menampung dan menindaklanjuti laporan karyawan terhadap pelaksanaan pembagian THR.

Apabila perusahaan yang tidak komitmen dengan pembayaran THR, karyawan dapat melapor dan segera ditindaklanjuti Disnakertrans Kabupaten Penajam Paser Utara.

Perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya memberikan THR kepada karyawan jelas dia, maka perusahaan yang bersangkutan akan diproses sesuai mekanisme yang ada dan bisa diberikan sanksi pidana.

Sanksi yang diberikan kepada perusahaan tidak komitmen membayar THR karyawan, sesuai Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Pembayaran THR paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran tersebut lanjut dia, sesuai surat edaran Menteri Ketenagakerjaan atau Menaker Nomor M/1/HK.04/IV/2022.

“Tunjangan hari raya kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada karyawan dengan besaran setara satu bulan gaji pokok,” ucapnya.

“Surat edaran Menaker sudah ditembuskan ke seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Suhardi. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.