Periksa Parsel di Toko dan Swalayan, Wali Kota Balikpapan Justru Temukan Miras

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud didampingi Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso saat memeriksa kelayakan produk pangan di toko dan swalayan. (Foto: RoyMS/helloborneo.com)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah toko dan swalayan pada Kamis (28/4). Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan produk makanan dan minuman serta parsel yang beredar di masyarakat, aman untuk dikonsumsi pada perayaan Idul Fitri 2022.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu mengarah ke salah satu toko yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan Kota.

Di sana rombongan mengecek satu per satu tanggal kedaluwarsa produk makanan dan minuman yang dikemas dalam parsel.

“Untuk melihat apakah ada produk kadaluwarsa yang ikut dijual. Tidak ada kita temukan yang lewat batas kedaluwarsa, berarti masih layak konsumsi,” kata Rahmad disela kegiatan.

Setelah mengecek tanggal kedaluwarsa, pandangan Rahmad tertuju pada sejumlah produk minuman keras (miras) yang terpajang di etalase toko tersebut. Jelas saja temuan ini menjadi pertanyaan orang nomor satu di Balikpapan itu.

“Ini jual miras juga, coba lihat izinnya toko ini. Pak Dinas Perdagangan dan Satpol PP coba cek ini,” sergahnya.

Sejatinya Dia menyayangkan masih adanya penjualan miras secara terang-terangan di tengah bulan Ramadan seperti ini. Meskipun pada akhirnya toko tersebut bisa menunjukan izin sebagai distributor miras untuk menyuplai ke sejumlah hotel dan Pub.

“Ternyata dia mempunyai izin distributor ke hotel-hotel. Tapi kita peringatkan agar tidak menjual eceran apalagi sampai dipajang di etalase,” tegasnya.

Pemeriksaan turut dilakukan terhadap swalayan di wilayah Balikpapan Selatan. Di salah satu lokasi, rombongan kembali mengecek produk-produk yang dijual.

Di lokasi ini pula rombongan tak menemukan adanya produk kedaluwarsa. Dengan begitu, Rahmad berharap  pengelola swalayan untuk jeli melihat produk-produk yang sudah kedaluwarsa, sehingga tidak terlanjur beredar di masyarakat.

“Masyarakat juga harus hati-hati dalam membeli barang. Lihat tanggal kadaluwarsanya,” serunya. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.