Bisnis Ternak Sapi Terdampak Wabah PMK, Pengusaha Rugi Ratusan Juta Rupiah

Muhammad Abduh, pemilik kandang penggemukan sapi di Balikpapan Utara mengaku, bisnis hewan ternaknya terimbas kondisi wabah PMK sapi. (Istimewa)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada ternak sapi di sejumlah daerah mulai berimbas terhadap bisnis ternak di Kota Balikpapan. 

Kondisi ini salah satunya dirasakan oleh usaha penggemukan sapi ‘Bang Kumis Farm’ di kawasan Kampung Timur, Balikpapan Utara. Pemilik ‘Bang Kumis Farm’ Muhammad Abduh mengaku, puluhan sapi yang telah diorder saat ini tertahan di daerah pemasok. 

“Ada sekitar 30 ekor tertahan di Jawa. Sapi premium yang modalnya Rp 40 jutaan per ekor sampai sekarang belum bisa dikirimkan,” kata Abduh, Rabu (11/5).

Dana yang Ia keluarkan tersebut sebagai biaya perawatan dan pengembangbiakan sekaligus pengiriman. Mestinya, sapi-sapi yang telah dia pesan bisa terkirim ke Balikpapan pada bulan-bulan ini. 

“Jadi sementara, kami belum bisa menyalurkan pesanan sapi ke pembeli. Kalau berbicara bisnis, tentu sangat rugi. Kita sudah belanja, tapi tidak bisa dijual lagi,” keluhnya. 

Di tengah ketidakpastian, kini Abduh hanya bisa menunggu kebijakan pemerintah terkait dengan distribusi ternak sapi. Sementara, tak ada pilihan selain mengandalkan stok yang ada.

“Saat ini kita mengandalkan stok sapi yang ada. Sambil menunggu kelanjutan dari pulau Jawa, apakah bisa kirim atau tidak,” ucapnya.

Abduh menambahkan, stok sapi yang digemukan di kandang miliknya tak luput dari pemeriksaan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan. Syukurnya, dalam pemeriksaan tersebut belum satupun dari ternaknya yang terindikasi terjangkit PMK. 

“Tadi ada kunjungan dari Dinas, mereka khawatir bahwa wabah itu sampai ke Balikpapan, Alhamdulillah tidak ada (indikasi terjangkit PMK),” tutupnya. (yor)


Baca juga:




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.