ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Ketua Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Cabang Kabupaten Penajam Paser Utara yang baru dilantik Jansje Grace Makisurat mengarahkan dokter untuk berkontribusi terhadap Ibu Kota Negara atau IKN Indonesia baru bernama Nusantara.
“IDI harus berkontribusi dengan ditetapkannya IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, jangan jadi penonton sebagai tuan rumah. Salah satu tugas adalah menyiapkan SDM (sumber daya manusia) dokter untuk IKN,” ujar Jansje Grace Makisurat ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.
Keinginan arahan kemajuan perkembangan dokter bisa berkontribusi terhadap IKN Nusantara tersebut disampaikan Jansje Grace Makisurat setelah dilantik menjadi Ketua IDI Cabang Kabupaten Penajam Paser Utara periode 2022-2025.
Untuk meningkatkan kompetensi para dokter di Kabupaten Penajam Paser Utara, IDI menyambut baik kemudahan yang diberikan pemerintah kabupaten setempat dan akan segera mengidentifikasi dokter yang memiliki masa pengabdian cukup untuk mengikuti pendidikan lanjut sesuai kebutuhan daerah.
“Mengindentifikasi kesiapan untuk lanjut ke spesialis, kami akan prioritaskan dokter senior dan kebutuhan daerah,” ucapnya.
Jansje Grace Makisurat resmi menahkodai IDI Cabang Kabupaten Penajam Paser Utara dengan dilantik langsung oleh Ketua IDI Wilayah Kalimantan Timur Nathaniel Tanrirogang, di aula Kantor Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara yang disaksikan Pelaksana Tugas Bupati Penajam Paser Utara Hamdam Pongrewa.
“Dalam perpindahan IKN Indonesia, dokter harus bisa memilah mana peluang dan mana tantangan,” tegas Hamdam Pongrewa.
“Tentukan tantangan ke depan jumlah penduduk di Kabupaten Penajam Paser Utara akan semakin banyak,” tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan, para dokter harus bisa meningkatkan keterampilan dan keahlian, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bakal memberikan dukungan dengan mempermudah perizinan untuk melanjutkan hingga memberikan bantuan pendidikan bagi para dokter.
Keterampilan dan keahlian dokter dapat ditingkatkan dengan mengikuti pendidikan keahlian lanjutan jelas dia, pemerintah kabupaten akan memberikan kemudahan dengan catatan harus kembali ke Kabupaten Penajam Paser Utara setelah menyelesaikan pendidikan keahlian lanjutan tersebut.
Nathaniel Tanrirogang juga menyampaikan agar para dokter bisa meningkatkan kompetensi karena harus bisa menjawab kebutuhan IKN Indonesia yang baru tersebut
Saat ini di Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki kemampuan satu dokter untuk menangani 8.000 orang lanjut dia, padahal untuk mencapai ideal seharusnya satu banding 5.000 orang.
“Dokter spesialis di Kabupaten Penajam Paser Utara masih kurang karena masih satu banding 8.000 penduduk yang mestinya satu banding 5.000 penduduk,” ungkapnya.
Kalau bisa di Kabupaten Penajam Paser Utara satu dokter untuk menangani 5.000 penduduk kata Nathaniel Tanrirogang, maka pelayanan kesehatan akan lebih baik dan harus disiapkan dari sekarang karena pertumbuhan penduduk akan membuat rasio tersebut berubah. (adv/bp)


















