Beroperasi Selama Dua Bulan, Aksi Komplotan Pembobol Gudang Rugikan Korban Hingga Rp1 M

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. V Thirdy Hadmiarso didampingi Kasatreskrim Kompol Rengga membeber pengungkapan kasus pembobolan gudang. (Foto: RoyMS/helloborneo.com)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Satreskrim Polresta Balikpapan mengungkap pelaku pembobolan gudang di kawasan Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Bahagia Balikpapan Selatan yang terjadi dalam kurun bulan Maret hingga Mei 2022.  Sebanyak 10 orang yang diduga terlibat dalam rangkaian aksi tersebut, dicokok satu per satu oleh anggota Unit Jatanras pada Senin (9/5) lalu.

Komplotan tersangka antara lain AN (27), RS (41), HT (44), AR (46), YA (20), MR (41) , MA (40), FS (34), AT (28), dan AF (40). Sebagian pelaku tersebut berperan sebagai eksekutor dan ada pula penadah barang hasil curian.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. V Thirdy Hadmiarso menerangkan, para tersangka melancarkan aksi dengan cara berganti rekan.

“Tersangka AN selaku otak pelaku awalnya mengajak beberapa temannya untuk mengintai gudang. Setelah dirasa aman, AN kembali ke gudang untuk melancarkan aksi bersama 2 hingga 5 rekannya secara bergantian,” jelas Thirdy di Mapolresta, Rabu (18/5).

Gudang menyimpan berbagai barang material dan peralatan tersebut diakui cukup mudah untuk dibobol oleh pelaku lantaran selama ini tak dijaga petugas keamanan. Barang curian yang diambil dari dalam gudang, kemudian diangkut menggunakan mobil pikap maupun truk yang sengaja disewa oleh pelaku.

Modus operandi tersebut berhasil terungkap setelah polisi memergoki aksi mereka. Dari peristiwa itu penyidik kemudian melakukan pengembangan hingga menangkap sejumlah anggota komplotan lainnya.

Adapun barang bukti sisa hasil kejahatan pelaku yang turut diamankan yakni, kayu ulin ukuran 10×10, plat besi, pipa besi, panel listrik, rolling door, rangkaian besi pondasi, genset, serta mesin las.

“Dari aksi tersebut korban mengalami kerugian mencapai 1 Miliar Rupiah. Sebagian hasil kejahatan sempat dijual oleh pelaku, makanya kita juga kemudian berhasil mengamankan penadahnya,” sambungnya.

Hingga saat ini kepolisian masih melakukan pengembangan kasus guna mengungkap kemungkinan keterlibatan para pelaku pada aksi kejahatan lainnya. Di samping itu, penyidik juga masih memburu tiga orang lagi yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian dengan pemberatan tersebut.

“Masih ada tiga orang yang diduga terlibat dalam kelompok mereka. kita tetapkan sebagai DPO. Sejauh ini tersangka yang sudah kita tangkap mengaku baru melakukan aksi pencurian di gudang tersebut. Beberapa (pelaku) memang ada yang residivis,” tutupnya. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.