Supir Truk Maut Simpang Rapak Divonis 9 Tahun

David Purba

Balikpapan, helloborneo.com – Majelis Hakim yang diketuai Ibrahim Palino dalam sidang putusan laka maut di Simpang Muara Rapak menjatuhkan vonis 9 tahun penjara terhadap Muhammad Ali, supir truk maut, pada Kamis (7/7) sore di Ruang Utama Pengadilan Negeri Balikpapan.

Putusan itu lebih rendah 3 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut terdakwa Muhammad Ali dengan hukuman 12 tahun penjara.

Menanggapi putusan hakim tersebut, terdakwa Muhammad Ali memilih menerima.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum, Handaya mengaku masih pikir-pikir terhadap upaya hukum selanjutnya, apakah akan melakukan banding atau menerima sepenuhnya vonis majelis hakim. JPU saat ini memiliki waktu 7 hari untuk menentukan sikap.

“Kami selaku jaksa penuntut umum masih menunggu petunjuk dari pimpinan (Kepala Kejari), apakah akan banding atau menerima putusan,” kata Handaya, ditemui di Kejaksaan Negeri Balikpapan, Kamis (7/7) sore.

Meski dari segi aturan, Handaya mengakui vonis 9 tahun itu diatas 2/3 dari tuntutan JPU sudah dapat diterima. Hanya saja, kasus ini menjadi perhatian banyak masyarakat, pihaknya masih menunggu arahan dari Kepala Kejaksaan Negeri Balikpapan.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut di Simpang Muara Rapak terjadi pada Jumat (21/1) pagi.

Kecelakaan itu melibatkan satu truk kontainer yang dikemudikan Muhammad Ali, mengalami rem blong saat menuruni jalan Simpang Muara Rapak. Truk itu pun lantas menyeruduk sejumlah kendaraan yang tengah berhenti di traffic light.

Akibat dari kecelakaan itu empat orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka ringan hingga berat. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.