ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) belum memberikan gejolak di Kabupaten Penajam Paser Utara. Namun upaya yang dilakukan pihak kepolisian akan potensi tersebut selain sosialisasi juga melakukan penjagaan SPBU dan APMS.
Sabtu 03/09/2022 lPemerintah mengumumkan jenis BBM PT Pertamina mengalami kenaikan. Jenis Pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar Subsidi naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. Dan pertamax di luar jawa adapula Rp14.850 menjadi Rp15.200 per liter.
Berupaya mencegah terjadinya gejolak, Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Hendrik Eka mengaku pihaknya telah memberikan sosialisasi penggunaan BBM Subsidi agar tepat sasaran.
“Sebelumnya kita sudah melakukan treament kepada masyaakat berikatan soisalisasi. Kita fokus sosialisasi pengunaan BBM subsidi lainnya, sudah On The Track sekarang. Masyarakat memahami bahwa sekarang yang harus dipersiapkan bagaimana melakukan controling terhadap tepat sasaran subsidi,” kata AKBP Hendrik Eka.
Sosialisasi yang dilakukan pun tak lepas dari persoalan penerapan Fuel Card. Sedangkan gejolak dari dampak kenaikan BBM tak ditampik oleh Kapolres Penajam Paser Utara.
“Masyarakat lakukan sosialisasi Fuel Card fokus kesitunya. Kalau gejolak pertanyaan dari masyarakat pasti ada,” kata dia.
Pihak kepolisian telah melakukan penjagaan beberapa stasiun pengisian BBM. Total personel yang disiapkan mencapai 28 orang, tersebar diseluruh Kabupaten Penajam Paser Utara.
Selain untuk mencegah terjadinya gejolak nyata, juga sosialisasi penerapan Fuel Card.
“Penjagaan di SPBU juga sebagai upaya sosialisasi penerapan fuil card BBM bersubsidi. Ada sekitar 20an lebih personel yang meniga SPBU sepanjang jalan nasional dan jalan provinsi ada 8 orang secara bergantin,” pungkasnya.

















