Menanti Tindakan Tegas Aparat, Soal Tambang Dekat IKN di Desa Sukomulyo

David Purba

Lokasi tambang batubara di dekat titik nol IKN. (Ist)

Sepaku, helloborneo.com – Tambang batubara ilegal di kawasan Gunung Tengkorak, tepatnya RT 1, Desa Sukomulyo, Sepaku tetap beroperasi. Padahal, beberapa kali aparat sudah melakukan razia maupun penyegelan di lokasi tambang.

Kepala Desa Sukomulyo, Saminmengatakan, di kawasannya terdapat belasan hingga puluhan titik tambang ilegal, yang beroperasi sejak dua tahun terakhir.

Tambang-tambang tersebut, kata Samin dipastikan ilegal. Ini, kata dia, didukung surat hasil pemeriksaan yang dikeluarkan oleh Dinas ESDM Provinsi Kaltim maupun Balai Gakkum KLHK.

“Saya hanya meminta aparat dan pemerintah tegas. Sebab selama ini kesannya ada pembiaran,” kata Samin.

Samin bahkan tak segan menduga ada keterlibatan aparat dalam operasi tambang ilegal ini. Dugaan ini cukup beralasan. Pasalnya, dalam beberapa kali sidak, Samin menyebut ak ada alat berat yang disita.

“Operator hingga pemodal tambang juga tidak ada yang ditangkap. Tiap sidak, mereka (aparat) hanya foto-foto dan mencatat saja,” ujarnya geram.

Keberadaan tambang ilegal di kawasan yang masuk wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ini, sebut Samin juga tak sejalan dengan visi Presiden yang mengusung konsep Green Forest City.

“Pak Kapolri kan juga sudah memerintahkan agar tambang ilegal diberantas,” katanya.

Dirinya bahkan mengaku sudah bersurat ke Presiden Jokowi dengan tembusan ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Panglima TNI Jenderal Andika.

“Ya bagaimana, saya rasa ini harapan terakhir. Sebab selama ini sepertinya ada oknum yang melindungi tambang ini,” ujar dia.

Samin mengatakan, sejak maraknya tambang ilegal di Sukomulyo, warga kian terusik. Jalan yang selama ini menghubungkan Desa Argomulyo dengan Desa Wonosari menuju Pelabuhan Mentawir rusak akibat lalu lalang truk pengangkut emas hitam.

“Ini kan jalan yang dibiayai APBD, bukan untuk hauling. Setiap hari truk lalu lalang mengangkut batu bara, kan mustahil tidak diketahui aparat. Tapi toh tidak ada tindakan, baik dari pemerintah maupun aparat,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.