David Purba

Balikpapan, helloborneo.com – Rose.Ma.Lina kembali membuat heboh para pecinta fashion di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Brand yang dikenal dengan ciri colorful fashion dan motif unik yang segar ini. Hadir dalam event Balikpapan Fashion Week (BFW) 2022 di Attrium Mall Pentacity Balikpapan, Jumat (9/9) sore.
Untuk diketahui, Rose.Ma.Lina merupakan brand yang menciptakan scarf dengan memadukan digital image dan diproses dengan digital printing.
Scarf yang awalnya berfungsi sebagai aksesoris yang melengkapi busana, kini banyak dipakai sebagai hijab, lalu ‘disulap’ menjadi jaket, outer, celana, juga rok.
Keunikan motif khas Rose.Ma.Lina yakni memiliki garis, flora, hingga geometri tersaji unik dalam setiap helai busana. Dan di ajang BFW kali ini, brand Rose.Ma.Lina berkolaborasi dengan designer ternama Defrico Audy, menampilkan hasil karya terbaru bertemakan “Chic and Colourfull”. Yang dikemas dengan ciri khas Borneo.
“Saya bersama Rose.Ma.Lina berkolaborasi memperkenalkan Borneo yang kaya akan alamnya. Yang kemudian kami tuangkan di kain melalui teknologi digital printing, sehingga menghasilkan sebuah busana,” jelas Audy.
Dia pun menjelaskan pd tgl 2 september 2022 lalu juga tampil di JF3., Jakarta Fashion Food Festival yg merupakan ajang unjuk gigi para desainer Indonesia jg tampil dengan tema “Playing with Colour”.
Ia juga menambahkan Rose.Ma.Lina tak hanya tampil di BFW dan JF3 saja.
Bahkan Pada 3-4 September lalu, Rose.Ma.Lina bersama desainer ternama Indonesia lainnya, yaitu Sofie ikut menembus dunia Internasional melalui Indonesian Fashion Chamber (IFC) menggelar show bertajuk Front Row di kota Paris.
“Tujuannya adalah untuk memperkenalkan brand Rose.Ma.Lina pada dunia,” ungkap Audy.
Ia pun meyakini, animo busana hasil karyanya bersama Rose.Ma.Lina cukup tinggi. Sebab kali ini, dirinya mencampurkan berbagai warna dalam satu busana. Sehingga desainnya terlihat lebih menarik dan ceria.
“Pasti animonya sangat bagus karena kita memberikan sesuatu yang baru dengan motif yang sangat colorful dan ceria. Kaltim tentu tidak ketinggalan dengan Provinsi lainnya, Kaltim juga punya pasar tersendiri. Dan kami juga punya sesuatu yang baru untuk Kaltim,” pungkasnya. (log)
















