Tun MZ

Balikpapan, helloborneo.com – Perkembangan game dan aplikasi di Kalimantan Timur mulai menunjukkan geliatnya. Setidaknya ini yang tampak dalam acara Penguatan Pelaku Ekonomi Kreatif Sub Sektor Game dan Aplikasi di Kalimantan Timur yang diadakan di Hotel Grand Senyiur pada hari Minggu (11/09/2022).
Acara ini tidak lepas dari inisiasi Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang juga anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian berkolaborasi dengan Direktorat Aplikasi Permainan Televisi Radio (APTR), Kemenprekraf RI.
Turut hadir diantaranya Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Iman Sentosa (Direktur Aplikasi, Permainan, TV dan Radio Kemenparekraf RI), Endang Effendi (Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur), Istiabudi (Pembina Digital Lounge) dan Intan Rizki Mutiaz (Wakil Dekan FSRD ITB).
Endang Effendi menyampaikan bahwa Kegiatan APTR ini merupakan wujud nyata pemerintah demi meningkatkan kualitas SDM Ekraf di Kaltim. Sub sektor APTR telah menjadi tren baru di generasi Z, terutama di bidang aplikasi.
“Salah satu contoh adalah Fakhrurozi dari Paser penggiat Subsektor Aplikasi Permainan telah sukses dan bahkan mampu bekerjasama dengan perusahaan aplikasi di USA” jelasnya.
Iman Santosa menjelaskan bahwa 6,98 persen kontribusi Ekraf pada keseluruhan PDB nasional pada 2021. Saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai negara yg berkontribusi dari sektor Ekonomi Kreatif. Subsektor Aplikasi dan Game di tahun 2020 mencapai Rp24,88 Trillion. Di saat pandemi hampir semua subsektor mengalami penurunan kecuali pada TV Eadio serta Aplikasi dan Game.
“Perlu strategi pengembangan diantaranya meningkatkan kapasitas SDM, aktivasi Event komunitas, benchmarking, penguatan digitalisasi, dan dukungan untuk go internasional,” terang Iman.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang juga merupakan anggota DPR RI dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa saat ini telah terjadi disrupsi di dunia termasuk di bidang digital. Mimpi anak muda saat ini sudah mengarah ke sektor teknologi, seperti game developer, programmer, dan youtuber.
“Sebagai provinsi yang akan menjadi lokasi IKN yang mengusung konsep smart city, sudah seharusnya pengembangan sub-sektor APTR di Kaltim dikedepankan, karena nantinya sub-sektor ini akan menjadi salah satu pilar yang berkontribusi di IKN,” terang politisi partai Golkar ini. (log)
















