Demokrasi Global Berada dalam Risiko Akibat Uang dan Campur Tangan Rusia

Tun MZ

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo pada forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Beijing, 10 November 2014. (Foto: AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo pada forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Beijing, 10 November 2014. (Foto: AP)

Rusia, helloborneo.com – Rusia telah menghabiskan setidaknya $300 juta untuk mempengaruhi politik dan kebijakan di lebih dari dua lusin negara sejak 2014, menurut tinjauan baru yang dirilis oleh sejumlah badan intelijen AS. Tinjauan tersebut memperingatkan bahwa Kremlin belum selesai dengan rencananya untuk menyebarluaskan pengaruhnya.

Uang tersebut disalurkan ke partai-partai politik dan kandidat di setidaknya empat benua melalui berbagai perusahaan.

“Itu adalah jumlah minimum,” kata seorang pejabat senior pemerintah AS merujuk kepada besaran uang yang disebutkan dalam tinjauan tersebut. Ia berbicara kepada wartawan pada Selasa (13/9) dengan syarat anonim.

“Kemungkinan Rusia secara diam-diam mentransfer dana tambahan dalam kasus-kasus yang tidak terdeteksi,” tambah pejabat itu, seraya memperingatkan bahwa perang di Ukraina dapat memicu Moskow meningkatkan upayanya untuk membiayai partai-partai politik dan sejumlah kandidat di berbagai negara untuk “melemahkan sanksi internasional terhadap Rusia dan mempertahankan pengaruhnya di dunia.”

Tinjauan intelijen AS, yang diselesaikan dalam beberapa bulan terakhir, menyimpulkan bahwa upaya Rusia telah meningkat secara dramatis mulai tahun 2014, menyebar dari Eropa ke Afrika dan Amerika.

Seorang pejabat AS yang akrab dengan isu intelijen, namun tidak memiliki kewenangan untuk berbicara tentang hal itu, mengatakan negara-negara yang terlibat dalam upaya pendanaan rahasia Rusia mencakup Albania, Bosnia, Montenegro, Belgia dan Madagaskar.

Sebagai langkah pertama, para pejabat AS mengatakan, Departemen Luar Negeri telah menyebarkan telegram ke 110 negara yang berbagi temuan dan akan meninjau langkah-langkah yang diambil sejumlah negara untuk melawan upaya Rusia tersebut. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.