Pakar Sebut AS Tertinggal dari China dalam Teknologi Penting 

Tun MZ

Pertunjukan kembang api di atas Monumen Washington selama acara "Celebrating America" setelah pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46, di Washington, AS, 20 Januari 2021. (Foto: REUTERS/Tom Brenner)
Pertunjukan kembang api di atas Monumen Washington. (Foto: REUTERS/Tom Brenner)

Washington DC, helloborneo.com – Dalam pertemuan pejabat-pejabat yang masih berkuasa maupun yang sudah lengser dan eksekutif sektor swasta, Jumat (16/9), di Washington, kekhawatiran mencuat bahwa Amerika tertinggal dari China dalam pengembangan beberapa teknologi penting, dan bahwa Amerika menghadapi masa depan yang tidak pasti di mana negara-negara lain bisa menantang dominasinya sejauh ini dalam pengembangan komunikasi dan teknologi komputasi yang mutakhir. 

Pertemuan itu diselenggarakan Proyek Studi Kompetitif Khusus (SCSP). Upaya yang dipelopori mantan CEO Google Eric Schmidt itu bertujuan “memastikan bahwa Amerika diposisikan dan diatur untuk memenangkan persaingan tekno-ekonomi antara sekarang dan 2030, masa penting untuk membentuk masa depan.” 

Sentimen yang muncul di kalangan peserta adalah kemampuan bangsa ini untuk bisa memenangkan kompetisi itu, terancam.

Hanya beberapa hari sebelum KTT, SCSP merilis laporan yang memprediksi apa yang akan terjadi jika China unggul dalam teknologi global. Laporan itu membayangkan masa depan di mana China, bukan Amerika, meraup pendapatan triliunan dolar dari kemajuan teknologi baru. Negara itu menggunakan pengaruhnya untuk menyatakan bahwa otokrasi, bukan demokrasi, adalah bentuk pemerintahan yang unggul. 

Akhirnya, laporan itu memperingatkan, bahwa di bawah skenario seperti itu, teknologi militer Amerika akan kalah dari China dan pesaing lain, dan China mungkin dalam posisi untuk memutus pasokan “mikroelektronika dan input teknologi penting lainnya.”. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.