PHM Turut Bantu Penanganan Insiden Kebakaran Kapal di Perairan Samarinda

Keterangan Pers

Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil membantu pemadaman Kapal Motor (KM) Momentum 25001. (Ist)
Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil membantu pemadaman Kapal Motor (KM) Momentum 25001. (Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil membantu pemadaman Kapal Motor (KM) Momentum 25001 dengan mengerahkan Fire Fighthing boat milik PHM – KCT 1702 bersama 3 kapal tugboat lainnya di wilayah Perairan Pulau Atas Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan, kota Samarinda (27/09). 

Bantuan ini segera dilakukan sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam penanganan insiden yang segera dan terukur untuk melindungi keselamatan manusia, fasilitas, dan lingkungan, 

Wakil Kepala Teknik Tambang PHM Lapangan Central Processing Unit (CPU) RM.M. Satriokusumo Hadipamenang, menyatakan bahwa Perusahaan telah melakukan koordinasi dengan beberapa dinas diantaranya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara dan KSOP Kota Samarinda, untuk memberikan bantuan penanganan terkait insiden terbakarnya Kapal Motor (KM) Momentum 25001 yang merupakan kapal transit milik PT Pelayaran Cahaya Anak Kasisi. 

“Kami segera mengirimkan Emergency Response Team (ERT) untuk mengamankan lokasi kejadian dan memastikan keselamatan dan keamanan bagi para pekerja, mitra, dan masyarakat yang berada di wilayah tersebut,” jelas Satrio.

Menurut Satrio, PHM senantiasa mengembangkan kebijakan Health, Safety, Security, dan Environment (HSSE) yang dapat menjamin keselamatan pekerja, fasilitas operasi, masyarakat dan lingkungan dimanapun Perusahaan beroperasi.

“Kami menerapkan HSSE Golden Rules, yaitu Patuh, Intervensi, dan Peduli. Setiap pekerja harus selalu patuh terhadap aturan keselamatan, segera bertindak ketika melihat potensi risiko keselamatan, dan menunjukkan kepedulian terhadap rekan kerja dan pihak lain yang sedang melakukan aktivitas dan pekerjaan, sehingga dapat melindungi keselamatan mereka,” ujarnya. 

Satria pun menambahkan bahwa aspek Peduli terhadap keselamatan dan keamanan manusia dan lingkungan ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan seperti yang dijalankan dalam membantu penanganan insiden ini. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.