Lima Sindikat Spesialis Curanmor Diringkus, Sebulan 22 Kali Beraksi

Polsek Balikpapan Utara ringkus sindikat spesialis curanmor. (helloborneo.com/RoyMS)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Lima sindikat pencuri spesialis sepeda motor diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Balikpapan Utara. Dalam kurun satu bulan beroperasi, komplotan pelaku sudah beraksi sebanyak 22 kali di tiga wilayah.

Kapolsek Balikpapan Utara Ajun Komisaris Eko Budi Yatno mengungkap, ada tujuh sepeda motor dan beberapa onderdil hasil pencurian yang berhasil diamankan dari para pelaku. Tujuh barang bukti tersebut diantaranya dicuri dari kawasan Perum Graha Indah Balikpapan Utara, Jalan Ruhui Rahayu, Kelurahan Sepinggan Baru Balikpapan Selatan, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur dan satu lagi di kantor Yayasan Bina Mulia, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara.

“Tersangka ada tiga orang selaku pemetik, dan penadahnya dua orang. Jadi ada lima tersangka, satu masih anak di bawah umur pencurinya,” jelas Eko Budi di Mapolresta Balikpapan, Kamis (3/11).

Tiga tersangka pemetik masing-masing berinisal ABG (18), MNH (16) dan MT (21). Kemudian tersangka yang berperan sebagai penadah berinisal US (36) dan HNR (26).

Modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka ini cukup beragam. Pertama, mereka mengincar sepeda motor dengan kondisi kunci masih menempel serta motor  tidak terkunci stang.

Sepeda motor dibawa kabur dengan cara didorong hingga beberapa jauh untuk kemudian menyalakan mesinnya.

“Kemudian dilakukan pengembangan, sekalinya pelaku tiga orang ini sudah mengambil kendaraan sebanyak 22 kali di Balikpapan Utara, Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur,” lanjutnya.

Barang bukti sepeda motor dan onderdil hasil jarahan komplotan pelaku spesialis curanmor. (helloborneo.com/royms)

Oleh para pemetik, sepeda motor hasil curian dijual secara online kepada penadah. Untuk onderdil yang dipreteli dijual antara Rp200-300 ribu. Sedangkan sepeda motor utuh dijual antara Rp1,5-2 juta.

“Ada yang dipreteli dijual di facebook. Lewat online ini kita agak susah, karena kita mau ngejar mesti nomor yang dituju sudah gak ada,” tutur Eko.

Kasus tersebut sampai saat ini masih dalam pengembangan pihaknya untuk mengungkap kemungkinan aksi di lokasi lain. Guna proses hukum, tiga pemetik dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian yang ancaman hukumannya pidana kurungan penjara selama 7 tahun.

Sedangkan kepada penadah, penyidik menjerat dengan Pasal 480 KUHP. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.