DPRD Minta Pemkab PPU Alokasikan Beasiswa Khusus

L Gustian

Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan IKN Nusantara. (Ist)
Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan IKN Nusantara. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Mulai dibangunnya pembangunan Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tidak hanya berdampak pada peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Namun, dinilai juga membawa pada persaingan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, IKN bakal menjadi magnet bagi masyarakat luar daerah ke PPU.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten PPU, Thohiron, Jumat (4/11) menganggap kualitas SDM masyarakat belum mampu bersaing dengan warga pendatang, khususnya dari Pulau Jawa ataupun Sulawesi.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten PPU, Thohiron. (ESY)
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten PPU, Thohiron. (ESY)

“Bayangkan kalau IKN ini mulai ada, betapa besar tantangan SDM kita ke depan. Jangan sampai daerah kita ‘diserang’ dari Jawa dan Sulawesi, sementara SDM kita tidak siap. Apa gaknangis kita,” tutur Thohiron.

Thohiron menambahkan, persaingan di berbagai bidang pasti akan terjadi. Menurutnya, masyarakat yang tidak memiliki kompetensi pasti akan tertinggal. Bahkan, hanya akan jadi penonton.

Keberadaanya IKN ini diperkirakan, ratusan ribu hingga jutaan orang akan datang ke wilayah IKN. Tidak hanya fokus di kawasan IKN, warga pendatang juga akan datang wilayah terdekat, seperti Kabupaten PPU.

Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi IKN Nusantara. (Ist)
Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi IKN Nusantara. (Ist)

“Nanti pada akhirnya orang berbondong-bondong datang untuk memperebutkan SDA kita. Masyarakat kita yang tidak punya kompetensi akhirnya hanya akan jadi penonton. Terus kalau sudah begitu siapa yang disalahkan,” terangnya.

Oleh arena itu, untuk mengantisipasi serta menjaga daya saing, dirinya berharap, Pemkab PPU mengalokasikan anggaran khusus untuk meningkatkan kualitas SDM. Anggaran bisa diberikan dalam bentuk beasiswa guna mengimbangi ketatnya persaingan kedepan.

“Memang sekarang sudah ada alokasi beasiswa, tapi itu masih bersifat parsial. Lebih tepat kalau pemerintah memilih putra putri terbaik untuk mendapatkan beasiswa khusus,” jelasnya.

Beasiswa khusus yang dimaksud, mahasiswa yang dibiayai secara penuh oleh pemerintah daerah, seperti sarjana kedokteran, peternakan maupun pertanian.

Jika telah berhasil mencetak sarjana, pemerintah memiliki SDM berkualitas dalam mengelola daerah secara lebih baik, sekaligus akan mampu bersaing dengan warga pendatang. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses