
Penajam, helloborneo.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta intervensi asupan gizi anak stunting gunakan produk lokal.
Selain itu juga berharap semua pihak bisa bekerja sama dalam melakukan percepatan penanganan stunting. Sesuai arahan dari Presiden RI, Joko Widodo tidak boleh memberi makanan pabrikan kepada anak stunting, namun asupan tambahan gizi bagi anak stunting dengan panganan lokal.
Di Kabupaten PPU punya banyak panganan lokal yang bisa diolah seperti ikan patin, ikan lele dan aneka sayuran, ini bisa diberikan kepada anak terdampak stunting untuk mencukupi kebutuhan gizinya.
Kabupaten PPU juga menjadi satu daerah yang sudah menggagas hadirnya bapak asuh anak stunting. Dimana ini sebagai upaya menggandeng semua pihak dalam upaya mencegah stunting. Ia berharap nantinya bermunculan bapak asuh anak stunting di Kabupaten PPU.
Semua pihak saling bahu membahu dalam mencegah stunting dengan memenuhi gizi anak-anak tersebut. (adv/log)
















