KLHK Gelar Kegiatan Bersih Pantai Serentak di 37 Provinsi

Menteri LHK, Siti Nurbaya. (Ist)
Menteri LHK, Siti Nurbaya. (Ist)

Jakarta, helloborneo.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar kegiatan bersih pantai serentak di 135 titik lokasi 37 provinsi seluruh Indonesia pada Sabtu (10/3/2023), sebagai rangkaian agenda Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2023.

“Kegiatan bersih pantai sejalan dengan tagline HLH 2023, yaitu beat plastic pollution. Jadi saatnya kita memerangi polusi sampah plastik,” ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya, dalam keterangan resmi yang diterima terkait acara kegiatan bersih pantai atau coastal clean up, di kawasan pantai Banua Patra, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan itu, Menteri LHK Siti melakukan dialog secara virtual dengan perwakilan sejumlah daerah di Indonesia yang juga melakukan aksi bersih-bersih pantai.

Menurut Siti Nurbaya, kegiatan bersih pantai merupakan salah satu upaya mendorong masyarakat memerangi sampah plastik di Kawasan pesisir.

Pengelolaan sampah plastik sendiri terus dievaluasi KLHK sejak 2016 untuk merumuskan cara-cara terbaik dan yang diharapkan oleh masyarakat.

Hal-hal yang terkait kebijakan lingkungan tersebut dinilai terus bertumbuh kembang berdasarkan koreksi-koreksi dari masyarakat, dari berita yang ditulis oleh para jurnalis.

“Terima kasih dan penghargaan yang tinggi, karena sejauh ini justru terkait dengan lingkungan yang paling berhasil memberikan edukasi kepada masyarakat adalah tulisan-tulisan di pers. Kawan-kawan jurnalis bisa menuliskan hal-hal dan bahasa teknis yang sulit di isu lingkungan dengan bahasa yang bisa diterima oleh masyarakat,” tutur Menteri LHK.

Menteri Siti juga mengucapkan terima kasih atas keterlibatan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda), aparat TNI, Polri, aktivis, komunitas, bisnis leaders dan generasi muda dalam kegiatan bersih pantai serentak.

Dia menegaskan, kegiatan itu penting untuk menunjukkan kesiapan seluruh pihak, khususnya masyarakat, dalam memerangi pencemaran plastik.

“Saya percaya bahwa masyarakat Indonesia sudah siap untuk beat plastic pollution. Kita dukung perjanjian internasional yang legally binding. Kita atasi bersama-sama, mengendalikan polusi sampah plastik,” kata Siti Nurbaya.

Dalam acara itu, Menteri LHK Siti melepas 425 peserta Fun Bike Road to Ibu Kota Nusantara (IKN) di Lapangan Merdeka Balikpapan, menghadiri acara penandatanganan kerja sama rehabilitasi mangrove antara KLHK, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan melaksanakan kegiatan penanaman mangrove seluas dua hektare di Desa Buluminung, Kelurahan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Sigit Reliantoro, Sekretaris BRGM Ayu Dewi Utari, dan Presiden Direktur (Presdir) PTFI Tony Wenas.

Turut hadir dan menanam mangrove Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwandono, Kepala BRGM Hartono, dan Presiden Direktur (Presdir) PTFI Tony Wenas, Direktur Eksekutif Yayasan Bambu Lestari Monica Tanuhandaru, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Sigit Reliantoro, Direktur Pengendalian DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih, Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani, Kepala Badan Standardisasi dan Instrumen LHK Ary Sudijanto, serta jajaran pejabat KLHK dan BRGM. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses