Desa Kelurahan Rentan Pangan Berpotensi Akibatkan Gizi Buruk dan Stunting

Edy Suratman Yulianto

Pembagian bantuan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, Juni 2023 lalu. (Ist)
Pembagian bantuan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, Juni 2023 lalu. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – 20 desa dan kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang dinobatkan sebagai daerah rentang dan rawan pangan harus segera dituntaskan. Hal itu akan berdampak pada angka kasus stunting dan gizi buruk di Kabupaten PPU.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, Mulyono mengatakan sebanyak 20 desa kelurahan tersebut dikarena beberapa indikator yang harus terpenuhi.

“Dari 20 desa dan kelurahan rentan pangan itu kan banyak indikatornya sarana dan prasarana yang sebagian belum semua terpenuhi,” kata Mulyono.

Salah satu yang harus segera terpenuhi menurutnya adalah pemenuhan kebutuhan air untuk kawasan pertanian untuk lingkungan pertanian. Sekaligus ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Salah satunya kebutuhan air bersih sanitasi lingkungan jamban dan sarana prasarana pertanian diantaranya pengairan untuk budidaya tanaman pangan masih mengandalkan belas kasih tuhan yaitu mengandalkan tadah hujan,” ujarnya.

Bila hal tersebut lambat dipenuhi, maka besar kemungkinan bagi Mulyono akan berdampak pada peningkatan jumlah kasus stunting dan gizi buruk di Kabupaten PPU.

“Sehingga dampaknya kepada pola hidup sehat sehingga masih banyak stunting dan gizi buruk,” imbuhnya.

Upaya untuk meningkatkan kualitas pangan dari hulu sehingga tak berdampak pada stunting dan gizi buruk, tentunya tidak dapat dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU sendiri.

Keberhasilan dalam menuntaskan persoal an tersebut adalah bagian dari kerjasama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan.

“Ya upaya dinas intervensi utk segera terpenuhi sarana dan prasarana yg dibutuhkan dan seperti kebutuhan air bersih termasuk untuk keperluan pertanian dan koordinasi serta intervensi dengan OPD terkait utk mempercepat penurunan stunting dan gizi buruk,” jelasnya.

Sebagai upaya Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU telah melakukan pembagian paket bantuan pangan kepada 10 anak gizi buruk tahun 2023 ini, sedangkan untuk tahun depan diharapkan dukungan anggaran untuk bisa meningkatkan jumlah bantuan.

“Tahun 2023 untuk bantuan gizi buruk kemarin telah disalurkan sebanyak 105 anak gizi buruk dan untuk tahun 2024 insyaallah akan kita perjuangkan lagi. Bantuan makanan tambahan seperti telor kacang hijau, susu dan lain-lain,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses