Kabupaten PPU Kembangkan Potensi Wisata Sambut Pemindahan Ibu Kota Negara

Turis asal Spanyol, Neus Rossel Civit saat menelusuri Goa Besiang di Kabupaten Penajam Paser Utara (Dok).

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, terus berupaya mengembangkan potensi wisata untuk menyambut rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia baru bernama Nusantara.

Sebagai daerah asal ibu kota negara Indonesia baru, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Israwati Latief di Penajam, pemerintah kabupaten akan mengembangkan semua potensi wisata yang ada.

Potensi wisata di Kabupaten Penajam Paser Utara cukup banyak, di antaranya wisata pantai, wisata buatan dan wisata alam.

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki sejumlah tempat wisata yang berpotensi untuk dijual, sebab daerah berjuluk Benuo Taka itu berdekatan dengan ibu kota negara Indonesia baru.

Hampir seluruh kecamatan memiliki objek wisata yang bisa diunggulkan serta menarik wisatawan, jelas dia, dan semua tempat wisata yang ada memiliki keunikan yang berbeda-beda.

Setiap objek wisata di setiap kecamatan tersebut diurus dan dirawat Pokdarwis (kelompok sadar wisata), sehingga dipastikan terurus dan terawat dengan baik.

Upaya pengembangan pariwisata harus terus dilakukan, kata dia, agar tempat wisata di Kabupaten Penajam Paser Utara juga bertambah.

Tempat wisata yang ada antara lain, Pantai Tanjung Jumlai di Kecamatan Penajam, Goa Tapak Raja di Kecamatan Sepaku, dan objek wisata buatan Wahana Wisata Api-Api di Kecamatan Waru.

Kemudian ada objek wisata alam Ekowisata Hutan Mangrove di Kecamatan Penajam, objek wisata sawah di Kecamatan Babulu,

“Kami terus kembangkan dan kenalkan tempat wisata yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Andi Israwati Latief.

Objek wisata menjadi salah satu prioritas dalam rencana pengembangan dalam menyongsong pemindahan ibu kota negara Indonesia baru dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses