Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) memprediksikan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan beroperasi bakal berdampak terhadap jasa angkutan penyeberangan kapal feri di daerah itu.
Transportasi penyeberangan kapal feri Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Kariangau, Kota Balikpapan, kata Supervisi PT ASDP Indonesia Ferry, Pelabuhan Penajam Cabang Balikpapan, Radmiadi di Penajam, akan terdampak apabila Jembatan Pulau Balang telah dioperasikan.
*Kami perkirakan jumlah penumpang yang gunakan jasa penyeberangan kapal feri dari Penajam menuju Balikpapan akan ada penurunan setelah Jembatan Pulau Balang beroperasi,” jelasnya.
PT ASDP Indonesia Ferry bakal melakukan evaluasi apabila jumlah penumpang terus mengalami penurunan setelah akses darat penunjang Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia baru bernama Nusantara itu dioperasikan pemerintah pusat.
Kapal feri yang melayani penyeberangan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Kariangau, Kota Balikpapan, saat ini sebanyak 19 unit kapal feri.
Namun, apabila jumlah penumpang penyeberangan kapal feri terus mengalami penurunan dengan dioperasikan Jembatan Pulau Balang, maka jumlah kapal feri yang melayani jasa angkutan penyeberangan bakal dikurangi.
“Nantinya Pati ada evaluasi dan kajian berapa kendaraan yang lewat Jembatan Pulau Balang dan kendaraan yang gunakan jasa penyeberangan kapal feri,” ujar dia.
“Kalau ada penurunan jumlah penumpang setelah akses IKN Nusantara dioperasikan, maka armada yang ada akan dikurangi dan digeser untuk melayani di daerah lain,” tambah Radmiadi.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang melakukan pengerjaan jalan pendekat Jembatan Pulau Balang sisi Kota Balikpapan untuk akses pendukung IKN Nusantara.
Jembatan Pulau Balang menjadi jaringan jalan nasional antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan diyakini bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menjadi akses utama menuju ibu kota negara Indonesia baru.
Jembatan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan tersebut dibangun dengan panjang 804 meter, lebar 17,5 meter dengan empat lajur dan tinggi pylon 113,1 meter. (log)
















