Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan beberapa upaya menghadapi Kemarau ekstrim akibat El Nino.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, Mulyono mengatakan sebagai langkah antisipasi pihaknya akan berupaya menjaga keamanan persediaan pangan di Kabupaten PPU.
Upaya yang akan dilakukan, pihaknya bakal menambah persediaan pangan sekitar 6.5 ton beras. Dimana saat ini telah tersedia 22 ton beras.
“Dalam rangka mengantisipasi menjaga dan memastikan keamanannya terhadap stok cadangan pangan berupa beras sekitar 22 ton dan rencana tambahan 6,5 ton jadi total 28,5 ton,” kata Mulyono.
Jumlah dengan total 28.5 ton beras tersebut, diperkirakan cukup untuk cadangan pangan masyarakat di Kabupaten PPU menghadapi dampak El Nino.
“Itu diperkirakan cukup untuk warga yg diperhitungkan terdamak ELNINO dan bisa bertahan dalam waktu sekitar 3-4 bulan,” ucapnya.
Selain memastikan cadangan pangan yang aman menghadapi dampak tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan daerah lain untuk mempermudah penyaluran pangan, baik dengan pemerintah daerah lainnya atau para distributor pangan yang ada.
“Upaya yang lain kami lakukan adalah termasuk memperlancar distribusi atau lalulintas bahan pangan antar daerah, kerjasama pangan antar daerah dan distributor,” ujarnya.
Selain itu kepada para petani yang ada, Mulyono menghimbau untuk melakukan penanaman lebih cepat dan menanam beragama tanaman untuk kebutuhan pangan.
“Upaya lainnya yang kami anggap setrategis adalah menghimbau kepada petani untuk percepatan tanam termasuk melakukan penganekaragaman tanaman dan mitigasi keamanan pangan untuk stop boros pangan,” pungkasnya. (adv/log)
















