Sekda Tohar Hadiri Workshop Implementasi Perpres No 97 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon

Workshop Implementasi Perpres No 97 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon. (Ist)
Workshop Implementasi Perpres No 97 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon. (Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Drs. H. Tohar, MM menghadiri kegiatan Worksop Peningkatan Kapasitas Para Pihak Dalam Memahami Kebijakan dan Implementasi Peraturan Presiden No 97 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dengan tema “Pelaksanaan Nilai Ekonomi Karbon dan Program Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Berbasis Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Timur” di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (29/08/23). 

Kegiatan workshop ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan dihadiri pula oleh sejumlah tokoh penting dan pemangku kebijakan daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. 

Tampak hadir pula dalam kegiatan ini Mantan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, Bupati Paser dan juga Sekretaris Daerah se-Provinsi Kalimantan Timur serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Hal ini menunjukkan komitmen dari tingkat pemerintahan baik kabupaten/kota dalam mendukung program-program lingkungan yang diinisiasi oleh pemerintah pusat dan menegaskan keseriusan dalam mengimplementasikan rencana penurunan emisi gas rumah kaca melalui berbagai program berbasis hutan dan lahan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kaltim Isran Noor menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan lahan di wilayah ini.

Lebih lanjut, Isran menyampaikan bahwa upaya mengatasi perubahan iklim ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga seluruh lapisan masyarakat dan sektor swasta. Dengan mengusung semangat kolaborasi dan keterlibatan aktif, diharapkan Provinsi Kalimantan Timur dapat menjadi contoh sukses dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Selama ini pemerintah Provinsi Kaltim juga telah aktif menjaga lingkungannya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk LSM, dan hasilnya terbukti dengan berhasilnya penurunan emisi gas karbon sebesar 32 juta ton. Prestasi ini adalah buah kerja keras Pemerintah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur”, terang Isran Noor.

“Terlepas dari Kaltim sebagai wilayah yang kegiatannya banyak merusak lahan, namun Kaltim berhasil mengatasi dan mengubah arah dengan langkah-langkah proaktif untuk melestarikan lingkungan. Selanjutnya, Pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur ini yang bukan hanya untuk revitalisasi kawasan hutan, tetapi juga menciptakan kota unik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan yang akan menjadikan IKN nantinya sebagai kota yang paling unik di dunia,” jelas Isran.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur Isran Noor menyampaikan selamat atas kegiatan lokakarya ini. Beliau berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran akan lingkungan di Provinsi Kalimantan Timur. (adv/hms5/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses