Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Pembangunan lanjutan rumah rumah korban bencana tanah longsor Desa Telemow, Kecamatan Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara, dialokasikan anggaran lebih kurang Rp10,05 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023 pemerintah kabupaten setempat.
Pemerintah kabupaten pada tahun ini (2023) mengalokasikan anggaran lanjutan pembangunan. rumah korban korban bencana tanah longsor Desa Telemow, menurut Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Penajam Paser Utara Muhammad Yusuf Basra di Penajam, sekitar Rp10,05 miliar.
“Anggaran itu untuk pembangunan 21 unit rumah tipe 36, siring, fasilitas air bersih dan fasilitas umum lainnya,” tambahnya.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada 12 April 2018 merusak 25 rumah di RT 6 dan tujuh Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, serta ada bangunan lainnya berpotensi longsor, sehingga perlu direlokasi yang lebih aman. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan untuk korban bencana tanah longsor Desa Telemow, Kecamatan Sepaku Rp18 miliar pada 2021, pengerjaan hanya selesai 15,22 persen dan dana hibah dikembalikan mencapai Rp15 miliar.
Pemerintah pusat menolak permohonan perpanjangan pemanfaatan dana hibah karena terlambat diajukan, dan sesuai Peraturan Menteri Keuangan apabila pengerjaan tidak selesai kepala daerah wajib mengalokasikan anggaran lanjutan pembangunan.
Pengerjaan lanjutan pembangunan rumah korban bencana tanah longsor Desa Telemow itu, saat ini ditangani Dinas Perkim Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pembangunan lanjutan rumah korban bencana tanah longsor Desa Telemow sempat terkendala pasokan material, jelas Yusuf Basra, karena akses jalan menuju lokasi sulit dilalui saat musim hujan yang membuat pengiriman material terhambat.
Saat ini masuk masuk musim panas jalan menuju lokasi sudah bisa dilalui dan pemerintah desa mengizinkan akses jalan desa dilewati kendaraan, lanjut Muhammad Yusuf Basra, membuat pasokan material tidak terhambat.
Kemajuan lanjutan pembangunan rumah korban bencana tanah longsor Desa Telemow hingga kini mencapai enam persen atau delapan unit rumah telah rampung dibangun.
Rekonstruksi atau pembangunan kembali sarana prasarana setelah bencana di Desa Telemow tersebut ditargetkan selesai 100 persen pada November 2023. (adv/log)
















