
Penajam, helloborneo.com – Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam dimasa akhir jabatannya sebagai Bupati Kabupaten PPU Menandatangani perjanjian kerjasama dengan Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Fajar Makassar, Senin (18/9/2023) Magi.
Universitas Fajar atau disingkat UNIFA merupakan perguruan tinggi swasta di Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang menjadi unggulan saat ini. Berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Fajar, Universitas yang tergolong masih sangat muda karena didirikan pada 2008 ini mendapat banyak apresiasi positif dari publik.Saat ini UNIFA menggunakan fleksibilitas sistem pengajaran/kuliah di Pascasarjana Unifa melalui sistem Me Blanded (Online-Onsite)/Hybrid Learning System (HyLS).
Untuk itu Hamdam menyambut dengan baik kedatangan rombongan Dekan UNIFA dan anggotanya dan mengatakan bahwa dengan pemindahannya Ibu Kota Negara ini ke Kabupaten PPU tentu menjadi tugas berat untuk mempersiapkan SDM yang unggul.
“Berbagai cara digunakan untuk itu dimana-mana membangun kerjasama dengan MOU dan kebijakan-kebijakan di beberapa universitas yang ada di Kabupaten PPU,” ucap Hamdam.
Kemudian Hamdam juga mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten PPU juga mempunyai tanggung jawab besar dan Pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa ini benar-benar terjalin kerjasama itu.
“Memang UNIFA ini memiliki lisensi untuk melakukan pembelajaran sehingga nantinya ijazah yang diberikan juga dapat dipertanggung jawabkan. Tentu kami mencari perguruan tinggi memiliki akreditasi yang benar, mudah dijangkau, dan biaya tidak mahal,” lanjut Hamdam.
Disamping itu Dr. Mujahid, SE, MM selaku Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Fajar Makassar mengatakan biaya proses berjalannya pembelajaran yang ada di UNIFA adalah Universitas termurah dari Tiga (3) Universitas yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.
“Dari tiga universitas Kamilah yang termurah dari yang murah,” ucap Dekan UNIFA.
Dikatakan Muhajid juga bahwa proses pembelajaran sistem Pascasarjana ini juga mengakumulasikan portofolio mahasiswa dengan 8 mata kuliah yang ada di UNIFA tersebut.
“Pengalaman bapak dan ibu semua yang berbentuk portofolio kami akumulasikan sehingga disetarakan dengan 8 mata kuliah atau 24 SKS atau lulus dalam dua (2) semester, lalu lanjut semester tiga (3) dengan 4 mata kuliah, lanjut menjalani Tugas akhir, Proposal, dan Tesis,” lanjut Muhajid.
Muhajid mengatakan proses pembelajaran ini di evaluasi setiap Semester oleh Kementerian Pendidikan apabila di berikan ijin akan di laksanakan kembali Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tersebut.
“Alhamdulillah di semester ganjil ini kami diberikan ijin lagi, jadi kami juga sudah di evaluasi RPL dan di Sulawesi Tenggara dan Barat itu UNIFA pelaksana RPL terbaik,” ujarnya Muhajid.
Akhir dari sambutannya Muhajid juga mengatakan Mahasiswa saat ini berjumlah Seratus Lima (105) orang total Mahasiswa S2 yang terdiri dari 26 orang untuk S. ikom dan 79 orang MM.
“Sudah ada yang ujian proposal 7 dari Manajemen dan 7 dari S.Ikom. Insya Allah di bulan Oktober sudah ada yang Ujian Hasil dan November sudah ada yang selesai kuliahnya,” tutupnya Muhajid. (adv/hms/kmf/log)
















