Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara, menangkal paham radikalisme dan intoleransi dengan memperkuat pemahaman tentang bahaya paham tersebut di tengah masyarakat di daerah berjuluk Benuo Taka itu.
“Kami perkuat pemahaman tentang bahaya radikalisme dan intoleransi untuk mencegah masyarakat agar masyarakat tidak terpengaruh,” tegas Wakapolres Penajam Paser Utara Komisaris Polisi (Kompol) Bergas Hartoko di Penajam.
Menangkal paham radikalisme dan intoleransi menjadi target kepolisian, lanjut dia, sehingga selain melakukan operasi rutin menyeluruh , dan juga dilakukan kegiatan penyuluhan menyeluruh kepada masyarakat.
Penyuluhan penguatan pemahaman tentang bahaya paham radikalisme dan intoleransi dilakukan Polres Penajam Paser Utara dengan kegiatan sambang kepada elemen masyarakat di daerah itu.
Penyuluhan atau sosialisasi penguatan pemahaman tentang bahaya paham radikalisme dan intoleransi, jelas dia, juga dilakukan di sekolah-sekolah dengan mengenalkan arti patriotisme.
“Perwakilan Polres atau Kepolisian Sektor (Polsek) menjadi pembina upacara di sekolah dan membagikan literatur buku berkaitan dengan wawasan nusantara,” tambahnya.
Paham radikalisme dan intoleransi tersebut harus dicegah sejak dini di tengah masyarakat, karena akan menjadi ancaman bagi kehidupan, kerukunan dan persatuan bangsa.
“Paham radikalisme dan intoleransi menjadi perhatian bersama dan sangat penting untuk dilakukan tindak lanjut,” kata Bergas Hartoko.
Penyuluhan penguatan pemahaman tentang bahaya paham radikalisme dan intoleransi, sangat penting, terutama generasi muda agar cinta tanah air dan memiliki jiwa patriotisme.
Kegiatan lainnya, yakni penggalangan terhadap tokoh-tokoh masyarakat, agama, adat, serta pendekatan kepada Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Polres Penajam Paser Utara berharap pemerintah kabupaten setempat ikut mendukung dalam kegiatan menangkal paham radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat. (log)
















