
Penajam, helloborneo.com – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dibarengi dengan pembangunan infrastruktur pertanian di daerah penyangga IKN.
Sampai saat ini pembangunan Bendung Telake di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser telah lama dinantikan oleh petani di dua kabupaten, yakni PPU-Paser.
Proyek pembangunan Bendung Telake sempat dilelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2021. Namun, lelang proyek tersebut dibatalkan lantaran anggarannya dialihkan oleh pemerintah pusat untuk pembangunan IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku.
“Terus terang kami kecewa lelang Bendung Telake dibatalkan. Seharusnya pembangunan IKN berbarengan dengan pembangunan infrastruktur pertanian karena ini juga menyangkut pemenuhan pangan di IKN,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU, Wakidi.
Ia berharap, pemerintah pusat tetap memasukkan Bendung Telake dalam program pembangunan nasional sebab Bendung Telake sangat diharapkan oleh petani di dua kabupaten untuk pemenuhan pengairan lahan pertanian.
Sebab, selama ini, lahan pertanian di Benuo Taka hanya mengandalkan tadah hujan. “Itu merupakan kebutuhan mendasar,” terangnya.
Ia menekankan, Bendung Telake juga akan memenuhi air baku Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT). “Selain untuk irigasi, juga untuk sumber air baku PDAM (Perumda AMDT,” terangnya.
Januari 2021 Kementerian PUPR telah menayangkan tender di laman resmi LPSE Kementerian PUPR dengan pagu anggaran Rp759,8 miliar. Namun, di laman website LPSE Kementerian PUPR terdapat catatan tender pembangunan Bendung Sungai Telake, batal.
Proses lelang pembangunan Bendung Sungai Telake dibatalkan oleh Kementerian PUPR karena anggarannya dialihkan untuk pembangunan Intake Sungai Sepaku di Kecamatan Sepaku, PPU. (adv/log)

















