Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk segera mempersiapkan keperluan pembangunan atau pengembangan pelabuhan Benuo Taka, Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.
Sebelumnya diketahui pada 7 November 2023 lalu, anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Irwan Fecho dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan, meminta untuk segera membangunkan pelabuhan laut di Kabupaten PPU.
“(Di) APBN 2023 saya mau menyampaikan kepada Pak Menteri, bahwa rencana kita di 2023 itu tadinya mau bangun pelabuhan laut di Penajam. Jadi, bukan yang dermaga wisata untuk IKN ini, Pak. Kenapa ini menjadi penting? Karena pasca IKN ini, kalau melihat jalan dari Sepaku, exit-nya di Petung kemudian menuju Kalimantan Selatan maka ke depan Kota Penajam pasti terisolasi dan hingga saat ini belum ada pelabuhan,” ujar Irwan di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Syarifuddin HR menyatakan akan selalu mendukung rencana anggota DPR RI, yang ingin membantu Kabupaten PPU dalam pembangunan.
“Kalau kita sekarang ini, kalau ada keinginan DPR RI membantu turut memperjuangkan pembangunan,” ucap Syarifuddin HR dengan tegas, Selasa (14/11/2023).
Syarifuddin HR atau pria yang biasa dipanggil Om Coy itu mengatakan, sudah sepatutnya pemerintah daerah Kabupaten PPU sudah bisa menangkap sinyal tersebut. Pemerintah daerah harus rajin berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan terkait hal-hal yang diperlukan.
“Jadi dengan dengan adanya keinginan seperti ini ya kita berharap pemerintah daerah juga cepat, selalu berkomunikasi ke pusat, seperti apa. Supaya disini mempersiapkan faktor pendukungnya,” ujarnya.
Om Coy tak ingin pemerintah daerah bergerak secara lambat. Sehingga beberapa syarat pendukung seperti pembebasan lahan sudah mulai diidentifikasi, untuk menghindari potensi konflik di sekitar pelabuhan tersebut.
Hal itu juga bertujuan untuk memperlancar rencana yang sudah seharusnya direalisasi tahun 2023 ini, namun tanpa alasan tidak mampu dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan.
“Cuma kita minta ya pemerintah ppu, syarat-syarat pendukungnya aja lagi, seperti misalnya lahannya harus ada sudah dibebaskan apa, segala macam Jangan sampai nanti anggaran dari pusat datang ternyata lahan belum dibebaskan,” pungkasnya.
Dengan dilakukannya pengembangan atau pembangunan pelabuhan Benuo Taka yang lebih bagus, baik untuk difungsikan sebagai pelabuhan logistic dan penumpang akan membangkitkan ekonomi di Kabupaten PPU, sebagai Serambi Nusantara. (adv/log)

















