Ketersediaan Pangan Sepaku Dipantau Seiring Pembangunan Kota Nusantara

Bagus Purwa

Pj. Bupati PPU Hadiri Panen Raya Bersama Petani Sido Makmur. (Ist)
Pj. Bupati PPU Hadiri Panen Raya Bersama Petani Sido Makmur. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Ketersediaan komoditas pangan di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, yakni Kecamatan Sepaku yang menjadi kawasan inti Kota Nusantara dipantau seiring mulai padat pembangunan ibu kota negara baru Indonesia itu.

“Kami pantau sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, terutama di Kecamatan Sepaku,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun di Penajam.

Ketersediaan komoditas pangan di Kecamatan Sepaku rutin dipantau karena pembangunan Kota Nusantara semakin padat, lanjut dia, sehingga persediaan kebutuhan bahan pokok dapat memenuhi permintaan pasar.

Pembangunan ibu kota negara Indonesia baru tersebut membuat banyak pendatang yang rata-rata pekerja pembangunan Kota Nusantara, kebutuhan bahan pangan di Kecamatan Sepaku diperkirakan lebih banyak dibanding kecamatan lainnya.

Ketersediaan kebutuhan beras penting untuk diperhatikan, jalan dia, karena beras merupakan salah satu penyumbang inflasi selain gula dan daging.

Pasokan komoditas pangan harus harus lancar apabila masih didatangkan dari luar daerah, pasokan kebutuhan bahan pokok untuk Kecamatan Sepaku harus ditambah dari sebelumnya untuk antisipasi agar tidak terjadi kekurangan persediaan.

“Kalau biasanya pasokan beras yang masuk Kecamatan Sepaku 90 ton, harus ditambah menjadi 125 ton,” jelas Makmur Marbun.

Kemudian gudang untuk penyimpanan komoditas pangan juga bakal siapkan agar ketersediaan pangan di Kecamatan Sepaku terjamin aman dan dapat memenuhi permintaan masyarakat.

Banyaknya perpindahan orang dari luar daerah masuk Kecamatan Sepaku, dikhawatirkan mengganggu pasokan pangan daerah, harga bakal mengalami kenaikan dan menyulitkan masyarakat ekonomi lemah.

Hingga kini harga komoditas pangan di Kecamatan Sepaku terpantau masih stabil kalau ada kenaikan harga tidak signifikan, kata di, tetapi antisipasi lonjakan harga sudah harus dilakukan, agar masyarakat nantinya tidak mengalami kesulitan.

Kecenderungan kenaikan harga akan terjadi karena banyaknya pekerja pembangunan ibu kota negara Indonesia baru dari luar masuk Kecamatan Sepaku dengan alasan tingginya permintaan kebutuhan komoditas pangan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses