Ketua DPRD PPU Sebut Pertumbuhan Ekonomi Petung Semakin Pesat Secara Alami

Edy Suratman Yulianto

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (Ist)
Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Syahrudin M Noor, menilik perkembangan signifikan Kelurahan Petung sebagai sentra ekonomi utama di Kabupaten PPU.
Dalam kasus ini, dia berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kelurahan Petung tidak disebabkan oleh rencana, tetapi karena masyarakat yang memiliki daya berpikir untuk menjadi pengusaha.

“Kelurahan Petung itu tumbuh ekonominya secara alami, dan di sana, se-Kabupaten PPU, ini menjadi pusat ekonomi di Petung. Itu terjadi secara alami, bukan direkayasa. Artinya, setuju atau tidak, itu adalah fakta nyata yang tidak bisa kita hindari,” kata Syahrudin M Noor.

Menurutnya, saat ini Penajam berfungsi sebagai pusat pemerintahan kabupaten, Petung berfungsi sebagai pusat perdagangan, dan Babulu dan Waru berfungsi sebagai pusat makanan.

Syahrudin M Noor berpendapat bahwa perkembangan ini terjadi secara alami dan bahwa gerakan besar yang melibatkan berbagai elemen diperlukan untuk mengubahnya.

“Kita harus fokus pada itu. Bahkan, kita berharap bahwa Petung dapat menjadi kecamatan sendiri, tidak perlu lagi menjadi bagian dari Kecamatan Penajam. Dengan begitu, RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dapat terfokus pada kluster-kluster perdagangan, industri, dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Syahrudin M Noor, langkah yang lebih bijaksana adalah membiarkan kelurahan berkembang secara alami sesuai dengan kebutuhan dan potensinya. Struktur sosial dan ekonomi setempat dapat terjejas oleh rekayasa yang berlebihan.

Kelurahan Petung diharapkan dapat terus menjadi pusat ekonomi yang berkembang secara organik, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan potensi alami Kelurahan Petung, Kabupaten PPU dapat mencapai peningkatan keberlanjutan ekonomi di masa depan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses