Progres Proyek Jalan yang Terkendala di Tanah Grogot Capai 88 Persen

Septianur Rozak

Pengerjaan proyek di Tanah Grogot Kabupaten Paser. (Ist)
Pengerjaan proyek di Tanah Grogot Kabupaten Paser. (Ist)

Tana Paser, helloborneo.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Paser memastikan progres proyek pembangunan jalan perkotaan khususnya di wilayah Senaken telah mencapai 88 persen.

Kabid Bina Marga Dinas pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Paser, Asnawi, mengatakan proyek tersebut meliputi perluasan dan peningkatan kualitas jalan dari jalan Yos Sudarso hingga jalan Rantau Panjang.

“Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Paser untuk meningkatkan infrastruktur jalan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Asnawi di Tanah Grogot, Senin, 08 Januari 2024.

Ia menilai, melalui proyek itu, Pemda Paser tidak hanya memperbaiki aksesibilitas, tetapi juga memberikan dampak positif pada perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Asnawi mengemukakan proyek yang telah mencapai mencapai 88% itu saat ini sedang tahap penyelesaian. 

Kata dia, ada peringatan denda yang diberlakukan kepada pihak kontraktor dan meminta mereka untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.Terkat desain proyek, Asnawi memastikan tidak ada perubahan signifikan pada desain awal proyek. 

“Semua perubahan atau penyesuaian telah dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disepakati sebelumnya,” ungkapnya.Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemda Paser tidak mengevaluasi dampak lingkungan terhadap keterlambatan pekerjaan proyek mengingat proyek ini bukan merupakan pembangunan baru.”Namun, kami tetap berkomitmen untuk meminimalkan dampak lingkungan sejauh mungkin,” tutur Asnawi.

Asnawi juga memastikan proyek ini telah menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), meskipun pekerjaan ini memiliki tingkat risiko sedang. “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan seluruh tim pekerja,” katanya.

Ia mengakui kendala yang dihadapi seperti curah hujan tinggi menjadi tantangan utama dalam proyek ini, karena ini adalah kegiatan All-Weather Tarmac (ABT) sehingga upaya maksimal dilakukan untuk memitigasi dampak dari faktor cuaca.

Terkait anggaran tidak ada perubahan pada alokasi anggaran proyek, dan pengelolaan dana dilakukan dengan transparan dan akuntabel.Sementara soal pengawasan dan uji laboratorium, dipastikan proyek ini memiliki konsultan pengawas yang mengawasi setiap tahapan pembangunan.

“Uji laboratorium juga akan dilakukan untuk memastikan kualitas material yang digunakan,” tutur Asnawi.Asnawi menambahkan terkait pemeliharaan jalan ini menggunakan produk berstandar rigid dengan maksud peneliharaan jalan ini akan lebih ringan di masa mendatang.

DPUTR Paser, lanjutnya, telah berupaya menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar. Permohonan maaf disampaikan atas ketidaknyamanan sementara jalan sedang dalam proses perbaikan disampaikan ke masyarakat. Rambu-rambu telah dipasang untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Paser, kata Asnawi ,bersama kontraktor dan pihak terkait lainnya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan tepat waktu dan memastikan kualitas infrastruktur yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan.

“Kami juga mengimbau masyarakat setempat untuk bersabar dan memahami dampak sementara yang mungkin timbul selama masa pengerjaan proyek. Kami yakin bahwa pembangunan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak,” ujarnya. (mckab/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.