Pemerintah Lakukan Pelestarian Bangunan dan Beautifikasi Sejumlah Stasiun Kereta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berserta rombongan meninjau kondisi bangunan dan kawasan stasiun yang akan di percantik. (Ist)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berserta rombongan meninjau kondisi bangunan dan kawasan stasiun yang akan di percantik. (Ist)

Jakarta, helloborneo.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mempercantik dan memperindah (beautifikasi) sejumlah stasiun kereta api yang ada di Indonesia.

Kegiatan mempercantik dan memperindah stasiun dilakukan sebagai upaya Pemerintah untuk menambah kenyamanan penumpang, memperindah wajah kota, melestarikan bangunan cagar budaya, serta mengembangkan konektivitas ekosistem pariwisata.

“Selain melestarikan bangunan stasiun, beautifikasi juga dilakukan untuk mengedepankan kenyamanan pelanggan. Ruang tunggu serta sirkulasi naik dan turun penumpang akan dioptimalkan,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebagaimana dikutip pada Selasa (12/3/2024).

Adapun stasiun-stasiun kereta api yang dimaksud itu adalah Stasiun Klaten di Jawa Tengah dan Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta. Dua stasiun kereta api ini merupakan bangunan bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda.

Stasiun Klaten merupakan bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia yang diresmikan pada 9 Juli 1871 dan juga stasiun pertama yang dibangun di antara Solo-Jogja.

Saat ini dalam satu bulan, jumlah rata-rata penumpang kereta jarak jauh Stasiun Klaten berjumlah 21.910 orang berangkat dan 21.109 orang datang. Sedangkan jumlah rata-rata penumpang kereta api commuter sebanyak 32.094 orang per bulan.

Sedangkan Stasiun Lempuyangan merupakan salah satu stasiun tua yang ada di Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan atau yang awalnya bermana Stasiun Djokdja diresmikan pada 2 Maret 1872 oleh NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschaappij) yaitu instansi milik pemerintah kolonial Belanda yang bergerak pada bidang transportasi kereta api.

Stasiun Lempuyangan merupakan stasiun pertama yang dibangun di wilayah Yogyakarta, kemudian disusul Stasiun Yogyakarta. Saat ini dalam satu bulan Stasiun Lempuyangan rata-rata melayani penumpang kereta jarak jauh sebanyak 106.748 orang berangkat, dan 106.383 orang datang. Sedangkan jumlah rata-rata penumpang kereta api commuter sebanyak 64.210 orang per bulan.

Beautifikasi Stasiun Yogyakarta dilakukan dengan meningkatkan kualitas ruang dan visual pada bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya, serta mempertahankan, memodifikasi, juga membongkar bangunan yang dirasa perlu.

Selain Stasiun Klaten, Lempuyangan, dan Yogyakarta, kegiatan mempercantik dan memperindah stasiun juga akan dilakukan di Stasiun Cirebon, Solo Balapan, Solo Jebres, serta Solo Kota.

“Mudah-mudahan kita bisa bersama-sama PT KAI merevitalilasi dan mempercantik sejumlah stasiun di Indonesia,” tutup Menhub. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.