
Penajam, helloborneo.com – Untuk mengingatkan aparat desa jangan sampai menggunakan anggaran untuk membangun hal yang kurang bermanfaaat bagi masyarakat, Ketua Komisi I Dewan Perakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, bidang Hukum dan Pemerintahan, Andi Yusup selalu mewanti-wanti para perangankat dasa agar selalu selektif mengambil kebijakan dalam hal penggunaan anggaran.
Menurutnya, para perangkat desa bersama masayarakat tentunya harus berembuk dalam hal apa yang akan dibangun dari anggran yang diperuntukan bagi desa agar apa yang keluar dari musyawaarah tersebut benar-benar sangat penting bagi semua warga atau dalam kata lain sarana tersebut memang vital.
“Pikirkan lebih penting seperti membangun pagar Desa dari pada sarana air bersih atau juga penerangan. Saya minta utamakan hal yang hal lebih bermanfaaat untuk kepentingan bersama,” ungkapnya.
Dikatakan Politisi Partai Golkar ini, berdasarkan dari beberapa usulan pembangunan sarana yang masih belum ada di desa, diantaranya usulan setelah dicermatinya terdapat beberapa di antaranya yang masih memiliki kekurangan dan tidak sedikit pula menurutnya cukup bagus.
Seperti misalnya, dinilai baik tentang pembangunan atau meningkatkan sarana jalan yang ada dalam desa atau sebagai penghubung ke desa tetangga untuk menghubungan semua desa yang ada di Kabupaten PPU serta mudah diakses dari jalur darat.
Guna tercapainya apa yang ditekannya tersebut, Ia meminta semua anggota BPD dapat menjalin kerjasama dan menjadi mitra yang harmonis yang hal itu dapat diperoleh dengan cara saling menghargai, keterbukaan dan transparansi.
Ditambahkannya lagi, dengan terjalinya kerjasama antara kepala desa dan anggota BPD diharapkan menjadi modal awal untuk menggerakkan masyarakat serta untuk terus meningkatkan PAD dalam rangka mensejahterakan masyarakat dapat tercapai. (adv/kmf)

















