Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, melakukan jalinan kerja sama dengan daerah lain untuk membangun sistem pengolahan air minum (SPAM) regional Sungai Mahakam, upaya mengantispasi defisit air bersih di daerah berjuluk Benuo Taka itu.
Perkembangan Kota Nusantara, yang dibangun pada sebagian wilayah di daerah berjuluk Benuo Taka itu, yakni Kecamatan Sepaku, menurut Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun di Penajam, akan menambah kebutuhan air bersih.
“Lima tahun ke depan diperkirakan Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami defisit air bersih,” tambahnya.
Mengantisipasi defisit air bersih itu Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pemerintah Kota Balikpapan.
Ketiga daerah penyangga mitra Kota Nusantara tersebut menandatangani naskah perjanjian kerja sama pada Februari 2024, untuk membangun SPAM regional Sungai Mahakam.
Pemerintah Kota Samarinda rencana juga diajak kerja sama dalam pembangunan SPAM regional Sungai Mahakam.
“SPAM salah satu solusi jangka panjang untuk antisipasi krisis air minum di Penajam Pasar Utara, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan,” jelasnya.
Investasi untuk pembangunan SPAM regional itu diperkirakan lebih kurang Rp1,2 triliun sampai Rp1,5 triliun, kapasitas produksi direncanakan mencapai 1.000 liter per detik.
Rencana pembangunan SPAM regional itu, dipersentasikan atau diekspos kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.(PUPR), kata Makmur Marbun, pada pada 25 Maret 2024.
Instansi pengolahan air minum (water treatment plant/WTP) SPAM rencananya dibangun di wilayah Kota Samarinda dengan memanfaatkan air baku dari Sungai Mahakam
Pembangunan WTP SPAM di wilayah Kota Samarinda, jaringan perpipaan berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara. (adv/kmf/log)

















