
Penajam, helloborneo.com – Program pembangunan ekonomi kerakyatan dengan mengedepankan potensi lokal desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai difokuskan seiring dengan semakin membaiknya ketersediaan infrastruktur pendukung di tengah keberadaan IKN.
“Hal itu sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten PPU yang memiliki potensi cukup besar dalam budidaya berbagai tanaman buah-buahan, sayuran dan hortikultura,” kata Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun.
Menurutnya, sejumlah desa bahkan sudah dikenal sebagai pusat pertanian dan Perikanan tertentu. Sebut saja Desa Babulu Laut dengan potensi hasil perikanannya.
“Silakan dikembangkan, kami ingin satu desa dengan satu buah unggulan. Dinas terkait harus turut membantu, misalnya melakukan penelitian tentang tanaman buah apa yang cocok dibudidayakan di desa tersebut, supaya hasilnya bagus,” katanya.
Menurutnya, semua pihak harus bersinergi dalam optimalisasi lahan. Masyarakat yang mempunyai lahan semakin diberdayakan untuk meningkatkan ekonomi.
“Mungkin sebagian orang masih menganggap sepele namun hasilnya benar-benar akan dirasakan kemudian,” tuturnya.
Potensi daerah Kabupaten PPU yang bakal dikembangkan melalui penggunaan teknologi di antaranya sektor pertanian dan perikanan.
Lahan produktif pertanian tanaman padi di Kabupaten PPU lebih kurang 10.000 hektare dan produksi padi rata-rata sekitar 37.000 ton per tahun.
Kemudian produksi ikan tangkap nelayan di kisaran 8.000 ton per tahun, dan produksi budi daya ikan tambak berkisar 14.000 ton per tahun.
Kabupaten PPU memiliki potensi yang sangat besar dari segi perkebunan dan pertanian serta peternakan dan budidaya.
Dikatakan pihaknya melalui program pembinaan di Desa akan terus mengembangkan dan menggali seluruh potensi yang ada di Kabupaten PPU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (adv/kmf/log)
















