GBFA Diharapkan Menjadi Dasar Transformasi Percepatan Ekonomi Negara

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, dalam G20 Bali GBFA Dialogue Natural Capital, Communities, and Climate Action for a Better Business and Better World di UID Bali Campus, Bali. (Ist)
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, dalam G20 Bali GBFA Dialogue Natural Capital, Communities, and Climate Action for a Better Business and Better World di UID Bali Campus, Bali. (Ist)

Bali, helloborneo.com – Melalui Global Blended Finance Aliance (GBFA) diharapkan menjadi dasar bagi perubahan transformatif dan pengetahuan masa depan, untuk mempercepat penciptaan nilai dan investasi di sektor ekonomi utama.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, dalam G20 Bali GBFA Dialogue Natural Capital, Communities, and Climate Action for a Better Business and Better World di UID Bali Campus, Bali.

Menko Marves Luhut menambahkan, sektor ekonomi utama tersebut di antaranya energi, hutan, ekonomi biru, termasuk hutan bakau dan lamun, Kesehatan infrastruktur serta keberlanjutan pariwisata salah satunya melalui skema Just Energy Transformation Partnership (JETP).

Mata dunia saat ini tertuju pada Indonesia, untuk itu harus menjadi contoh transisi energi berkeadilan yang benar-benar berhasil menyeimbangkan pembangunan ekonomi, keadilan sosial, dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Saya menyambut baik peluncuran program Happy Energy Action Leadership (HEAL) yang bekerja sama dengan United in Diversity Foundation dan Rocky Mountain Institute sebagai bagian dari hasil GBFA untuk meningkatkan kapasitas,” lanjut Menko Luhut.

Inisiatif seperti JETP, terang Luhut, perlu didukung oleh keselarasan pemangku kepentingan yang kuat tidak hanya pada aspek teknis namun juga relasional untuk bergabung HEAL sehingga kita dapat menggunakan kesempatan ini untuk belajar bersama dalam memecahkan tantangan.

Pemerintah Indonesia secara kolektif berupaya mengidentifikasi solusi inovatif dan pendekatan multi-sisi untuk mengatasi kebutuhan pendanaan dan persyaratan kebijakan guna memastikan transisi yang holistik dan adil.

“GBFA bukan hanya solusi untuk mengatasi transisi energi, namun Indonesia juga memimpin dalam bidang hutan dan bakau sebagai bagian dari Solusi Berbasis Alam untuk aksi iklim,” tutup Menko Luhut. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses