Bupati Malinau Wempi saat melakukan penanaman pohon kakao. (Ist)

Tanam Kakao Perdana, Pemkab Malinau Harapkan Hasil Produktif dan Harga Konsisten

Bupati Malinau Wempi saat melakukan penanaman pohon kakao. (Ist)
Bupati Malinau Wempi saat melakukan penanaman pohon kakao. (Ist)

Malinau, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus berusaha mengoptimalkan seluruh sumber dana APBD-nya untuk mendukung salah satu sektor utama yaitu pertanian.

Hal ini diperkuat dengan salah satu program unggulan daerah yakni Rasda Plus. Selain berfokus pada pertanian dalam hal ini beras daerah (rasda), program ini juga menyasar ke sektor peternakan dan perkebunan.

Untuk mendukung program tersebut, Bupati Malinau Wempi W Mawa hadir bersama kelompok tani “Ranting Emas” melakukan penanaman perdana pohon kakao yang berlokasi di RT. 02 Desa Malinau Hulu, Sabtu (15/6/2024).

“Proses menanam perlu waktu, perlu perawatan, perlu kesabaran. Jadi tidak bisa bimsalabim langsung jadi, ada prosesnya sehingga mudah-mudahan nanti dua atau tiga tahun ke depan harga kakao ini betul-betul konsisten, bertahan dan tidak akan turun,” ujar Bupati Malinau Wempi.

Wempi meminta kepada dinas pertanian agar dapat mengkaji dengan baik terkait hama tanaman kakao ini agar proses pertumbuhannya dapat berjalan dengan sempurna. Wempi juga mendoakan agar kelompok tani “Ranting Emas” sukses selalu, penanaman kakaonya berhasil dan bisa menjadi berkat bagi semua.

“Pada akhirnya hasil dari kakao ini kita doakan betul-betul menjadi produktif dan menghasilkan hasil yang baik dan akhirnya kelompok ranting emas ini benar-benar bisa membeli emas,” ucapnya.

Ketua Kelompok Tani Ranting Emas H. Muhammad Ashar Nasir mengungkapkan, kelompok tani ini sudah terbentuk beberapa tahun yang lalu dan siap mendukung program unggulan pemerintah daerah yakni Rasda Plus. “Kami juga sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa Rasda Plus itu bukan hanya masalah beras tetapi juga perkebunan termasuk kakao ini adalah bagian dari program Rasda Plus,” ungkapnya.

Adapun bibit yang disiapkan untuk ditanam adalah jenis bibit sambung pucuk dengan tiga macam tipe yaitu Sulawesi 2/BR 25, Kelon 45, ICCRI 06 yang mana masing-masing memiliki keunggulan.

“Insyaallah 18 bulan ke depan kita akan ketemu lagi di sini dalam suasana yang berbeda. Kalau hari ini kita menanam, Insyaallah 18 bulan ke depan kita akan panen,” tuturnya. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.