Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, menyusun perencanaan teknis atau detail gambar kerja (detail engineering design/DED) pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) guna mewujudkan daerah yang akrab disapa Benuo Taka itu, menjadi kabupaten ramah lingkungan.
“TPST dibutuhkan dan penting dibangun, apalagi sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN) harus wujudkan kabupaten ramah lingkungan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara Safwana di Penajam.
“Sebagai daerah asal dan terdekat dengan IKN fasilitas sektor kebersihan harus memadai,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyediakan lokasi pembangunan TPST di Kelurahan Buluminung sekitar kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) Buluminung, dan akses jalan menuju TPST tersebut.
Luas lahan pembangunan TPST sekitar dua hektare milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, jelas dia, dan perkiraan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan TPST hingga kelengkapan fasilitas lebih kurang Rp140 miliar.
Penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah terdekat IKN bakal semakin bertambah, menurut dia, seiring dengan pertambahan penduduk tersebut kuantitas sampah juga akan semakin meningkat.
“Saat ini produksi sampah 51,69 ton per hari, dan kapasitas TPA Buluminung saat ini sudah tidak memadai,” ujarnya.
TPA Buluminung berlokasi di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga dua tahun ke depan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal membantu pembangunan prasarana penunjang kebersihan berupa TPST tersebut di Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Pemerintah Kabupaten diminta untuk siapkan DED, lokasi dan akses jalan menuju TPST,” ucap Safwana.
Setelah perencanaan teknis pembangunan TPST rampung dan lokasi sudah siap, kemudian Kementerian PU langsung melakukan pengerjaan pembangunan TPST tersebut. (adv/kmf/log)
















