
Balikpapan, helloborneo.com – Tingkatkan jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada 9 Desember nanti, KPU Balikpapan terus melakukan sosialisasi secara tatap muka. Kegiatan tersebut akan dilakukan selama lima hari kedepan, di beberapa titik diantaranya pasar tradisional serta titik persimpangan keramaian serta kelurahan.
Menurut Komisioner KPU Balikpapan, Syahrul Karim, sosialisasi dilakukan ditempat publik ini dilakukan guna meningkatkan partisipasi pemilih namun sosialisasi ditengah virus pandemi Covid 19 tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.
“Kami telah melakukan Coklit dan verifikasi dari rumah ke rumah. Hasil dari Coklit itu akan di plenokan ditingkat PPS akhir bulan ini. Sehingga warga yang tidak terdaftar, diminta segera datang ke PPS untuk melaporkan,” tegasnya.
Syahrul mengaku, kini untuk pencocokan dan penelitian (Coklit) dari rumah ke rumah selesai dilakukan 100 persen. Namun bagi warga yang belum terdaftar dalam daftar pemilih bisa secara aktif melaporkan ke PPS di kelurahan.
“KPU memastikan pedagang maupun pembeli yang telah berusia 17 tahun keatas, atau telah memiliki hak untuk menggunakan suaranya pada Pilkada nanti, sudah terdata di daftar pemilih,” ujar Syahrul, Selasa (24/8/2020).
Ditambahkan, sosialisasi yang dilakukan KPU dipasar tidak hanya bertatap muka dengan pedagang, namun menyebarkan, pamflet ke pedagang, memberikan kuis serta membagikan masker dan maskot Pilkada. (adv/sop/hb)

















