Stok Blanko E-KTP di Berau Kosong Lagi

CH Borneo

Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji. (Ist)
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji. (Ist)

Berau, helloborneo.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau tengah mengalami keterbatasan stok blangko. Dari jumlah pengajuan sekitar 10 ribu keping, yang disuplai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hanya sebanyak 500 keping.

Hal inipun membuat instansi pelayanan tersebut, terpaksa kembali mengeluarkan surat keterangan (suket) pengganti sementara. Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji menjelaskan kelangkaan blangko ini dikarenakan adanya proses pengadaan dari Pemerintah Pusat, sejak sepekan lalu.

Karena itu, dari lima ribu hingga enam ribu keping distribusi blangko yang biasanya disuplai kepada pihaknya, yang datang hanya sebanyak 500 keping saja. “Stok sekarang yang ada adalah sisa dari tahun kemarin,” jelasnya Minggu (19/2/2022).

Untuk mengkondisikan keterbatasan itu, Disdukcapil Berau memprioritaskan pembuatan KTP-el kepada masyarakat yang baru pertama kali membuat KTP alias usia 17 tahun. Sementara untuk masyarakat yang mengajukan pembuatan baru karena hilang, rusak, dan datang dari luar daerah, akan diberikan suket pengganti KTP yang sifatnya sementara.

“Nanti apabila sudah normal kembali, kami infokan kepada mereka untuk menukar suket dengan KTP,” imbuhnya. Meski begitu, David mengaku hingga saat ini tidak ada keluhan terkait kekosongan blangko KTP-el ini.

Pasalnya, masyarakat memaklumi kondisi keterbatasan stok blangko KTP dari Pemerintah Pusat. Karena pihaknya juga memberikan suket pengganti sementara selama 14 hari, sembari menunggu konfirmasi dari pusat.

Apabila belum ada kepastian dari Pemerintah Pusat, David mengatakan, kemungkinan jangka waktu surat keterangan itu diperpanjang sampai ketersediaan stok normal kembali. (log)

David menambahkan, stok blangko KTP-el untuk Kabupaten Berau masih terbilang tinggi, dibandingkan wilayah lainnya di Kalimantan Timur. Dalam hal ini, pihaknya tentu bersyukur karena stok tidak kosong sama sekali.

“Karena di wilayah lain itu ada yang hanya tersisa 20 keping, bahkan di Balikpapan itu stok blangko sudah kosong saat ini,” tandasnya. (Ch)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses