Kejari Penajam Sidik Tujuh Kasus Dugaan Korupsi

Bagus Purwa

Kantor Atap Merah Kejari Penajam (Suherman – Hello

Kantor Atap Merah Kejari Penajam (Suherman – Hello

Penajam, helloborneo.com – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam, Kalimantan Timur, Ahmad Yusak mengatakan jumlah kasus dugaan korupsi di daerah itu cukup banyak, tujuh di antaranya dalam tahap penyidikan yang melibatkan pejabat dan mantan pejabat di daerah itu.

Saat ini, kata Ahmad Yusak, Kejari Penajam tengah menangani tujuh kasus dugaan korupsi yang masuk dalam tahap penyelidikan, selain itu tujuh kasus sudah masuk dalam tahap penyidikan.

“Dua kasus juga sudah masuk dalam tahap penuntutan serta sudah ada tersangka yang divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda,” kata Ahmad Yusak.

Kasus dugaan korupsi yang sudah tahap penyidikan, kata Ahmad Yusak, yakni kasus pengadaan “whiteboard interactive” di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) tahun 2102, yang menggunakan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dengan nilai Rp10 miliar, namun sebenarnya pengadaan 130 unit “whiteboard interactive” itu hanya menghabiskan anggaran Rp4,2 miliar.

Kasus lainnya yang ditangani Kejari Penajam dalam tahap penyelidikan, lanjutnya, pembebasan lahan proyek rumah murah di kilometer 9 Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, yang menggunakan anggaran APBD 2011 dengan nilai Rp38 miliar, namun anggaran yang terpakai hanya Rp6,7 miiar.

Empat kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos), pertanggungjawaban penggunaan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Kelurahan Buluminung juga sudah masuk daam tahap penyidikan.

“Kami akan terus melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi itu sehingga bisa ditingkatkan ke tahap berikutnya. Saat ini, beberapa tersangka kasus ‘whiteboard’ serta pembebasan lahan perumahan murah sudah masuk tahap penuntutan dan tersangka sudah ada yang divonis,” ujar Ahmad Yusak.

Semantara kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki, kata Ahmad Yusak, dua di antaranya merupakan perjalanan dinas petinggi legislatif periode 2010-2012 dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara pada tahun 2012.

Selain dua kasus tersebut, lanjutnya, pengelolaan keuangan yang dilakukan mantan pejabat Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) terdahulu, penyaluran dana program pengembangan usaha bisnis perdesaan dan dan pelaksanaan program lembaga ekonomi usaha perdesaan di Kantor Ketahanan Pangan pada 2010-2012 juga masuk tahap penyelidikan.

Kemudian, lanjut Ahmad Yusak, dugaan tindak pidana korupsi yang masuk tahap penyelidikan adalah kegiatan pembebasan lahan bekas kebakaran di Pelabuhan Penajam yang direlokasi ke Gunung Seteleng, pelaksanaan pembangunan jembatan “coastal road” di Kelurahan Nenang serta kegiatan penyaluran bibit dan pupuk di Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP3K) tahun 2012.

“Kegiatan DP3K itu merupakan Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan dengan sumber dana dari program kemitraan bina lingkungan (PKBL). Saat ini kami masih mendalami tujuh kasus yang masuk tahap penyelidikan itu,” ungkap Ahmad Yusak.(log)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.