Perusda Benuo Taka Belum Berikan Kontribusi PAD

Bagus Purwa

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Nanang Ali SE Minta Perusda Tidak Manja (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Nanang Ali SE Minta Perusda Tidak Manja (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Ketua DPRD Penajam Paser Utara Nanang Ali menyatakan, perusahaan daerah (Perusda) Benuo Taka sampai sekarang belum memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di daerah itu.

“Tujuan dibentuknya Perusda Benuo Taka agar bisa memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah maupun kepada masyarakat di daerah ini, salah satunya dengan menyumbang PAD, minimal dengan memperluas kegiatan usaha” kata Ketua Nanang Ali.

Ia mengungkapkan, sejak berdiri 10 tahun yang lalu, Perusda Benuo Taka sampai sekarang belum memberikan kontribusi bagi daerah. Padahal Perusda Benuo Taka merupakan salah satu pemasok gas untuk kebutuhan listrik di wilayah Penajam Paser Utara.

Dan saat ini peran Perusda Benuo Taka semakin vital, lanjut Nanang Ali, karena kepala daerah menunjuk Perusda Benuo Taka sebagai perwakilan dalam perusahaan konsorsium pembangunan jembatan penghubung Penajam Paser Utara – Balikpapan.

“Sampai sekarang kami belum menerima laporan ada sumbangan PAD dari Perusda Benuo Taka, bahkan laporan pendapatan dari kegiatan usaha Perusda Benuo Taka kami tidak pernah terima,” ungkap politisi Golkar tersebut.

Selain itu, hampir selama dua tahun ini, pimpinan Perusda Benuo Taka masih dijabat seorang pelaksana tugas. Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara Fadliansyah mengatakan, selama dua tahun ini, Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar belum memberikan nama-nama calon pimpinan Perusda Benuo Taka.

“selang dua tahun ini, jabatan Direktur Preusda Benuo Taka beleum definitive, seharusnya pemerintah mengajukan nama-nama calon yang diusulkan untuk jadi pimpinan perusda kepada DPRD untuk dilakukan uji kelayakan, setelah terpilih bupati bisa segera melantik direktur perusda,” jelasnya.

Sebelum ditetapkan menjadi Direktur Perusda Benuo Taka, kata Fadliansyah, nama-nama clon yang diusulkan harus melalu ‘fit and proper test’ atau uji kelayakan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perusda Benuo Taka.(log)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.