Petani Penajam Keluhkan Harga Jual Gabah Turun Jelang Panen

Iskandar – Humas Setkab PPU

 

Petani Penajam Paser Utara sedang memanen padi (Bagus Purwa - Hello Borneo)

Petani Penajam Paser Utara sedang memanen padi (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Memasuki musim panen padi, petani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengeluh harga gabah kering giling (GKG) anjlok karena dipermainkan oleh para tengulak yang datang dari luar daerah itu.

Salah seorang petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sutarno. Jumat, mengungkapkan, gabah kering giling hanya dihargai Rp3.500 per kilogram, bahkan Bahkan tidak jarang pembeli gabah (umumnya tengkulak) membeli dengan harga jauh lebih rendah dari harga tersebut, atau jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah yakni Rp4.000 per kilogram.

“Dalam musim panen ini, petani padi benar-benar sial. Bagaimana tidak beberapa bulan lalu harga beras cukup tinggi, tapi pada muisim panen ini harga gabah anjlok,” katanya.

Harga tersebut, jelas Sutarno, para petani merugi karena tidak sesuai dengan ongkos produksinya. Dimana dalam satu hektare sawah biaya produksinya total mencapai berkisar Rp10,6 juta. Sementara per hektare sawah mampu menghasilkan empat ton gabah kering giling, dengan jumlah tersebut jika dikalikan harganya Rp3.500 per kilogram hanya mencapai Rp14 juta.

“Angka itu masih belum dihitung lagi ongkos panen. Jadi penghasilan panen tahun ini, petani sangat merugi sekali,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Sutarno, petani meminta agar pemerintah daerah menyikapi kondisi ini berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat untuk melakukan pembelian gabah kapada petani. Karena jika ini dibiarkan harga gabah di pasaran akan terus menurun.

Sutarni menyatakan, para tengkulak yang membeli gabah milik petani beralasan gabah petani kualitasnya kurang bagus, selain itu juga kadar airnya tinggi Sehingga para tengkulak menghargai gabah kering giling milik petani rendah. (bp/*log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.