Penajam Optimis Raih Adipura

AH Ari B

 

Kepala DKPP Kabupaten Penajam Paser Utara, Tita Deritayati bersama Kabag Kebersihan Edi Hasmoro menunjukkan kompor yang menggunakan gas metan di TPA Buluminung (Kambolo' - Hello Borneo)

Kepala DKPP Kabupaten Penajam Paser Utara, Tita Deritayati bersama Kabag Kebersihan Edi Hasmoro menunjukkan kompor yang menggunakan gas metan di TPA Buluminung (Kambolo’ – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur , optimis dapat meraih kembali piala Adipura untuk ketiga kalinya, karena sarana dan prasarana kebersihan di beberapa titik pantau penilaian Adipura telah dibenahi.

“Kami sudah benahi beberapa titik pantau seperti di pasar, terminal dan pelabuhan serta di tempat pembuangan akhir (TPA) Buluminung sudah kami lengkapi dengan alat tangkap gas metana,” kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro, di Penajam, Senin.

Dengan adanya pembenahan dan penambahan fasilitas tersebut, lajutnya, DKPP optimis akan menambah nilai kebersihan di Kabupaten Penajam Paser Utara dalam penilaian yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Menurut Edi Hasmoro, khusus TPA Buluminung DKPP telah melengkapi dengan alat penangkap gas metana, sehingga sampah rumah tangga yang mencapai 25 sampai 30 ton per hari dapat diolah dan dimanfaatkan untuk keperluan memasak oleh para petugas TPA Buluminung.

“Sekarang ada tiga alat penangkap gas metana dapat mengurangi bau sampah yang menumpuk di TPA Buluminung,” katanya.

Penilaian Adipura tahun ini (2015), tambah Edi Hasmoro, sangat ketat. Namun DKPP optimis hasil penilaian kedua (P2) yang baru saja selesai dilaksanakan akan lebih baik dari penilaian pertama (P1) yang hanya memperoleh nilai 71.

“P1 dilakukan Januari 2015 dan memperoleh nilai 71, tapi P2 ini kami optimis nilai lebih baik, tapi untuk mengetahui nilai P2 harus menunggu sampai Agustus 2015 karena penyesuaian Kementerian Lingkungan Hidup yang saat ini berubah menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” jelasnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.