Wabup Penajam Minta Pengawasan Distribusi BBM Diperketat

AH Ari B

 

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ (Suherman - Hello Borneo)

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Mustaqim MZ meminta pihak kepolisian meningkatkan pengawasan distribusi bahan bakar minyak atau BBM seiring semakin maraknya pengetap atau penimbun BBM jenis Premium di daerah itu.

“Pengetap kembali semakin marak Di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan di agen premium dan minyak solar atau APMS, jadi kami minta kepolisian dapat meningkatkan pengawasan distribusi BBM,” kata Wabup Mustaqim, di Penajam, Sabtu.

Selain itu petugas SPBU dan AMPS juga diminta untuk mewaspadai beragai kecurangan yang dilakukan para pengemudi, karena banyak kendaraan roda empat atau roda dua yang tangkinya telah dimodifikasi, diduga digunakan untuk membeli membeli BBM dalam jumlah banyak atau memborong BBM.

“Petugas SPBU dan APMS waspadai kendaraan yang tangkinya dimodifikasi sehingga kapsitasnya melebihi dari tangki standar,” tegas Mustaqim.

Menurutnya, kendaraan roda empat dan roda dua dengan tangki modifikasi, dilarang mengisi BBM di SPB atau APMS karena banyak masyarakat, khususnya masyarakat kecil yang dirugikan. Masyarakat selalu kehabisan ketika membeli BBM di SPBU atau APMS sehingga terpaksa membeli BBM dieceran dengan harga yang lebih tinggi.

“Tukang ojek, nelayan dan petani serta lainnya terpaksa membeli BBM dieceran dengan harga yang lebih tinggi, karena tidak kebagian BBM walau sudah mengantre berjam-jam,” kata Mustaqim.

“Saya prihatin banyak pelaku usaha kecil yang sering mengeluhkan antrean panjang yang setiap hari terjadi di SPBU atau APMS,” ujarnya.

Dengan anteran panjang yang setiap hari terjadi di SPBU atau APMS tersebut, tambah Mustaqim, muncul anggapan SPBU atau APMS di Kabupaten Penjam Paser Utara telah dikuasai sindikat penimbun BBM yang bekerja sama dengan SPBU atau APMS sehingga merugikan banyak pihak. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.